Breaking News:

Berita Bali

Keluarga Besar Putra Putri Polri Bali Dukung Penuh Tindakan Tegas Polisi Lawan Terorisme

Pimpinan Daerah Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Bali mendukung sepenuhnya tindakan tegas kepolisian terhadap pelaku aksi terorisme

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Ketua KBPP Polri Bali Dewa Agung Sugandha 

"Sampai sekarang masih dicari kayaknya," ucap Ari.

Seusai baku tembak, jenazah diduga terduga teroris langsung dibawa ambulans menuju RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur sekitar pukul 18.10 WIB dan tiba sekitar pukul 19.20 WIB.

Jenazah terduga teroris tersebut sempat tergeletak begitu saja di halaman gedung utama Mabes Polri.

Jenazah berada di jalanan aspal dan diguyur hujan.

Tim Gegana Mabes Polri juga sempat mendekat ke jenazah guna melakukan pemeriksaan dan antisipasi kalau-kalau ada bahan peledak di tubuh pelaku.

Identitas diduga pelaku penyerangan di Mabes Polri sempat didapatkan dari sumber Tribun terpercaya.

Dalam identitas tersebut pelaku berjenis kelamin perempuan berinisial ZA kelahiran 14 September 1995.

Dalam biodatanya terduga pelaku tersebut status pekerjaannya adalah mahasiswa.

ZA beralamat di kawasan Ciracas, Jakarta Timur dan belum menikah.

Diketahui dalam informasi identitas tersebut ZA diketahui memiliki dua saudara kandung.

Satu orang laki-laki dan satu orang perempuan.

ZA adalah anak bungsu.

Istana Diperketat

Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto mengatakan, pihaknya tidak pernah menganggap kondisi istana kepresidenan aman.

Oleh karena itu penjagaan selalu dilakukan dengan ketat.

Pernyataan Jenderal Bintang Dua tersebut merespon terduga teroris yang sudah berani masuk ke dalam Markas Besar Kepolisian RI di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

"24 jam Paspampres siaga. Tidak pernah menganggap situasi aman," kata Agus.

Personal dan kendaraan taktis kata Agus selalu disiagakan dalam mengantisipasi ancaman terhadap VVIP dan instalasi VVIP yang menjadi tugas pengamanan Paspampres.

"Personel, senjata, K 9, kendaraan, panser, melaksanakan pengamanan berlapis, antisipasi ancaman yang timbul," pungkasnya.

Menyusul aksi penyerangan oleh seorang perempuan yang diduga teroris, di Mabes Polri Jakarta, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi, SH menyatakan, pihaknya melakukan peningkatan pengamanan mulai dari Polda Bali hingga Polsek jajaran di seluruh wilayah Bali lebih diperketat.

"Pengamanan lebih diperketat mulai dari Polda, Polres sampai dengan Polsek," kata Kombes Pol Syamsi saat dikonfirmasi Tribun Bali.

Pengetatan pengamanan juga dilakukan Polda Metro Jaya.

"Semua mako (markas komando) kepolisian Polda Metro Jaya kita perketat pengamanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Kata Yusri, pengetatan keamanan dimulai dari pintu masuk Polda Metro Jaya (PMJ).

Dengan menyiagakan banyak personel bersenjata api laras panjang di depan pintu masuk.

Pengamanan bahkan menyasar pemeriksaan badan atau body check kepada setiap warga yang lalu lalang masuk keluar Polda Metro Jaya.

Hal itu kata dia sebagai upaya antisipasi adanya tindakan serupa seperti halnya di Mabes Polri.

"Kita antisipasi kejadian di Mabes Polri," ucap Yusri.

Rumah Digerebek

Sebuah rumah terduga teroris digerebek Densus 88 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat seusai aksi penyerangan di Mabes Polri.

Kejadian penggerebekan rumah terduga teroris di Kabupaten Bandung, tepatnya di Perumahan Sanggar Indah Banjaran tersebut, tidak lama setelah kejadian aksi teror di Mabes Polri.

Seorang warga mengatakan penghuni rumah tersebut, tertutup, jarang berinteraksi, dan tidak bersosialisasi dengan warga lainnya.

"Saya tak tahu pasti yang menghuni rumah tersebut karena mereka tertutup. Setahu saya yang tinggal di situ ada dua orang," ujar Arin, di depan rumahnya, saat penggeledahan terjadi.

Arin menambahkan, orang tersebut tinggal di rumah berwarna hijau itu mengontrak.

"Dia tinggal di sini mengontrak, sudah sekitar 1 tahun. Meski sudah satu tahun saya tak tahu namanya karena belum pernah ngobrol dan orangnya tertutup," kata Arin.

Arin mengatakan, paling ia hanya melihat saat penghuni rumah tersebut keluar rumah.

"Memang suka ada kegiatan di rumah itu. Kegiatannya mungkin pengajian, tapi saat pengajian juga suka terdengar tabuhan rebana," ujarnya.

Arin mengatakan, kegiatan tersebut mungkin digelar sekitar 1 bulan sekali di rumah itu.

"Yang datang, enggak tahu berapa orang enggak banyak," katanya.

Adanya penggerebekan tersebut, Arin mengaku, tentu mengagetkannya dan warga sekitar.

"Sebab enggak nyangka, seperti ini," ucapnya.

Dari pantauan Tribun, terdapat dua orang pria yang telah diamankan oleh jajaran kepolisian.

Satu orang bertubuh kurus dan satu orang lagi bertubuh besar.

Mereka digiring oleh petugas.

Mereka kemudian dimasukkan ke dalam mobil polisi.

Adanya puluhan anggota kepolisian ke kompleks tersebut, tentu mengagetkan warga sekitar.

Sebagian warga terlihat penasaran dengan adanya kejadian itu, dan melihat penggeledahan itu.

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto mempertanyakan bisa masuknya penyerang ke dalam area Mabes Polri.

"Yang perlu diwaspadai adalah bagaimana proses dia bisa menerobos masuk. Kalau dia perempuan, perlu dilakukan penggeledahan setiap masuk. Pertanyaannya, apakah ada anggota Polwan yang bertugas di situ?" ujar Benny.

Benny mengatakan, serangan ke markas polisi beberapa kali terjadi.

Serangan-serangan tersebut menyasar mulai polsek, polres, polda, hingga kini Mabes Polri.

Benny menambahkan, pada beberapa kasus, serangan itu terjadi karena pelaku geram rekan-rekannya ditangkap aparat.

Jika serangan kali ini memang terhubung ke jaringan terorisme, polisi, kata Benny, mesti meningkatkan kewaspadaan.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved