Berita Denpasar

Surat Putusan Hakim Belum Siap, Pembacaan Putusan Zamzami Sang Penyelundup 400 Gram Sabu Ditunda

Surat Putusan Hakim Belum Siap, Pembacaan Putusan Zamzami Sang Penyelundup 400 Gram Sabu Ditunda

Penulis: Putu Candra | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Putu Candra
Zamzami kala menjalani sidang tuntutan secara daring dari Lapas Kerobokan. Ia dituntut 15 tahun penjara, karena terlibat peredaran narkotik lintas propinsi. Surat Putusan Hakim Belum Siap, Pembacaan Putusan Zamzami Sang Penyelundup 400 Gram Sabu Ditunda 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyelundup sabu lintas provinsi, Zamzami (26) batal menjalani sidang putusan.

Ini lantaran surat putusan majelis hakim belum siap.

Demikian disampaikan Penasihat hukum terdakwa Zamzami saat dikonfirmasi, Jumat, 2 April 2021.

Sejatinya terdakwa asal Desa Ceumeucet, Kuta Makmur, Aceh Utara, Aceh menjalani sidang putusan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar

Zamzami diduga menyelundupkan sabu seberat 444,23 gram dengan modus disembunyikan di dalam sepasang sandal yang dipakainya dari Aceh ke Bali. 

"Saat di persidangan, majelis hakim menyatakan bahwa surat putusan belum siap. Jadi putusan ditunda. Sidang pembacaan putusan akan digelar kembali, Selasa depan," terang Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar. 

Baca juga: Wayan M Keberatan Didakwa Terkait Tindak Pidana Pencabulan, Sang Bawati Ajukan Penangguhan Penahanan

Diketahui, sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melayangkan tuntutan pidana penjara selama 15 tahun, dan denda Rp 2 miliar subsidair 6 bulan terhadap Zamzami.

Terdakwa dinilai telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik. Yakni melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 

Dalam dakwaan JPU dibeberkan, terdakwa Zamzami ditangkap di Terminal Kedatangan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai Tuban, Kuta, Badung, Selasa, 24 Nopember 2020 sekira jam 20.30 Wita.

Terlibatnya terdakwa dalam perkara ini berawal saat ditelpon oleh Nyak (DPO), memintanya bertemu di warung kopi, kampung Bathufhat Aceh.

Nyak mengatakan kepada terdakwa, jika sabu sudah siap.

Setelah bertemu, kemudian terdakwa bertukar sandal dengan Nyak. Dimana sepasang sandal yang diberikan oleh Nyak didalamnya telah disembunyikan 2 bungkus plastik sabu dengan berat seluruhnya 449,75 gram brutto atau 444,23 gram netto.

Sabu itu dibawa oleh terdakwa ke Bali, dan diserahkan kepada seseorang di Bali. 

Atas pekerjaan itu, terdakwa dijanjikan upah oleh Nyak sebesar Rp 20 juta, dipotong ongkos tiket dan uang jalan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved