Breaking News:

Bisakah Disabilitas Disebabkan Oleh Faktor Usia? Berikut Penjelasannya

Sisca Susantio menjelaskan, terkait disabilitas ini yang merupakan suatu diagnosa yang dapat menyerang siapa saja.

Tribun Bali/Saiful Rohim
Ilustrasi - Bisakah Disabilitas Disebabkan Oleh Faktor Usia? Berikut Penjelasannya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selang beberapa tahun dan bertambahnya usia, tak memungkiri jika seseorang akan menjadi lebih tua.

Tak jarang ketika menjadi tua banyak orang yang mengalami keriput ataupun cacat permanen dikarenakan adanya faktor penyakit.

Selain itu, ketika usia seseorang sudah memasuki tahap lanjut usia biasanya akan mengalami disfungsi organ ataupun alat gerak, sehingga kaum lansia ini dapat berpotensi menjadi seorang penyandang disabilitas.

Ketika dikonfirmasi, Dr. Sisca Susantio, Sp.KFR dari Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah menjelaskan, terkait disabilitas ini yang merupakan suatu diagnosa yang dapat menyerang siapa saja.

Baca juga: Wawali Arya Wibawa Terima Naskah Akademik dan Ranperda Inisiatif dari Penyandang Disabilitas

Baca juga: Hampir Berjalan Sepekan, Kesdam IX Udayana Sudah Vaksin 5 Orang Disabilitas Dengan Cara Drive Thru

Baca juga: Disabilitas Kini Punya Jalur Khusus Saat Datang Ke Polsek Gianyar Bali

"Baik itu manusia yang baru lahir, anak kecil, orang dewasa ataupun lansia, namun seorang lansia berpotensi menjadi seorang disabilitas karena faktor usia," ungkapnya, Jumat 2 April 2021.

Lebih lanjutnya ia menjelaskan, bahwa diagnosa terhadap ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari dalam perannya sebagai seorang manusia karena ada gangguan fisik ataupun organ di dalam tubuhnya, sehingga penyandangnya tidak bisa melakukan aktivitas normalnya.

Disabilitas itu bagian dari hidup manusia, karena seiring pertambahan usia, manusia normal akan mengalami pengurangan kemampuan.

"Disabilitas itu bukan sesuatu yang aneh, karena disabilitas bisa terjadi dari faktor lingkungan hidup seseorang. Contoh, seperti seorang yang lumpuh misalnya, bisa jadi kelumpuhan tersebut disebabkan oleh lingkungan," lanjutnya.

Khusus untuk disabilitas lansia ini, diakuinya para lansia secara perlahan akan menjadi seorang disabilitas.

Karena lansia akan mengalami penurunan fungsi organ yang menyebabkan lansia ini tidak bisa melakukan mobilitas secara normal.

Untuk pengobatan disabilitas pada lansia ini, dr. Sisca menyarankan untuk melakukan pengobatan sesuai dengan keluhan yang dialami oleh lansia tersebut.

Jika sifat dari gangguan tersebut adalah gangguan yang sifatnya sementara, maka bisa dilakukan terapi.

Namun jika sifatnya sudah permanen, maka penyandang disabilitas harus diberikan bantuan untuk tetap bisa melanjutkan hidupnya dengan kondisinya yang mengalami gangguan yang permanen. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved