Breaking News:

Berita Bali

Cegah Penularan Covid-19, Doni Monardo Minta Koster Bentuk Satgas Karantina Khusus di Bali

Cegah Penularan Covid-19 dari Para Pelancong Luar Negeri ke Bali, Doni Monardo Minta Koster Bentuk Satgas Karantina Khusus

Istimewa
Ketua Satgas Nasional Covid-19 yang juga Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama Pemerintah Provinsi Bali secara tertutup di Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Bali, Kamis 1 April 2021 kemarin - Cegah Penularan Covid-19, Doni Monardo Minta Koster Bentuk Satgas Karantina Khusus di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk meningkatkan prosedur penanganan mobilitas Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Indonesia melalui Bali, Ketua Satgas Nasional Covid-19 yang juga Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo meminta pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membentuk Satgas Karantina khusus.

Ini diungkapkan oleh Doni Monardo saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama Pemerintah Provinsi Bali secara tertutup di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Bali, Kamis 1 April 2021.

Ia menyebut bahwa pembentukan Satgas Karantina tersebut agar nantinya melibatkan seluruh komponen dari lintas kementerian/lembaga dibantu unsur TNI/Polri.

Ini dilakukan agar penyelenggaraan tugas satgas tersebut dapat dilakukan secara terstruktur dan mandiri.

Baca juga: 128 Ribu Orang Telah Disuntikkan Vaksin Covid-19 di Denpasar, Kadiskes: Prokes Tetap Wajib

Baca juga: Update Penanggulangan Covid-19 di Bali, Positif: 169 Orang, Sembuh: 135 Orang, Meninggal: 6 Orang 

Baca juga: Profil Bupati Bandung Barat Aa Umbara, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Terkait Penanganan Covid-19

“Diharapkan Satgas Karantina ini bisa mandiri dan seluruh unsur baik itu Kementerian/Lembaga ini berada pada satu komando, sehingga seluruh kedatangan WNA dan WNI di Bali itu betul-betul melalui prosedur kekarantinaan kesehatan sesuai ketentuan,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Tribun Bali dari BNPB, Jumat 2 April 2021.

Menurut Doni, hal itu penting dilakukan karena selain guna mengendalikan angka kasus aktif di Tanah Air, hal itu sekaligus guna mencegah adanya penularan strain baru Covid-19 yang berpotensi terjadi dari lalu lintas manusia yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Bali.

Terlebih momentum liburan panjang dan perayaan Hari Raya Idul Fitri dalam waktu dekat juga berpotensi memicu pergerakan masyarakat menjadi tinggi sekali dan harus diantisipasi agar tidak terjadi ledakan kasus Covid-19.

Apabila hal itu terjadi, maka harapan untuk membuka kembali denyut nadi perekonomian warga melalui sektor pariwisata dan budaya menjadi terkendala.

"Kalau ini tidak kita lakukan saya khawatir strain baru dari beberapa negara menulari masyarakat kita di sini, akibatnya nanti harapan kita untuk membuka pariwisata di Bali akan terkendala,” ungkap Doni.

Lebih lanjut, Doni juga berharap melalui kinerja Satgas Karantina tersebut, ke depannya dapat segera memulihkan geliat ekonomi masyarakat.

Sebagaimana diketahui, selama pandemi melanda Tanah Air, wilayah Bali menjadi salah satu yang mengalami tekanan ekonomi akibat lumpuhnya sektor pariwisata dan budaya yang menjadi ikon dan daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara sebagai penyumbang devisa terbesar.

"Karena Bali secara nasional itu mengalami tekanan ekonomi yang sangat tinggi sekali. Jadi bagaimana supaya Bali tetap bisa survive menghadapi Covid-19 tetapi juga kehidupan ekonomi masyarakat tetap berjalan. Walaupun mungkin belum optimal, tetapi jangan sampai terlalu tertekan. Jadi tidak terpapar Covid-19 dan tidak terkapar karena PHK,” jelas Doni.

Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia terus memberi dukungan kepada Pemerintah Provinsi Bali mulai dari Presiden Joko Widodo maupun beberapa Kementerian/Lembaga lainnya termasuk Satgas Penanganan Covid-19.

Adapun perhatian khusus itu dilakukan mengingat Bali juga menjadi ‘etalase’ Indonesia di mata dunia.

Oleh sebab itu, apabila Bali dapat mengendalikan Covid-19 dengan baik, maka tingkat kepercayaan sekaligus wajah bangsa Indonesia juga akan semakin bagus lagi di mata internasional.

"Bali ini adalah pintu masuk dan juga menjadi etalase bangsa kita. Kalau Bali bisa mengendalikan Covid-19 dengan baik, maka pamor bangsa Indonesia di mata dunia internasional juga akan bagus sekali,” pungkas Doni.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Penulis: Ragil Armando
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved