Breaking News:

Gedung Sekolah di Perbatasan RI-RDTL Roboh, Satgas Pamtas Kodam IX/Udayana Turunkan Personel

Prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad langsung turun tangan untuk proses evakuasi reruntuhan gedung sekolah SMP Satap

Dok. Pendam IX/Udayana
Prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad evakuasi reruntuhan gedung sekolah SMP Satap Negeri Noebesi, Nusa Tenggara Timur yang diakibatkan tanah amblas, Jumat 2 April 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, KUPANG - TNI anggota Kodam IX/Udayana yang bertugas di perbatasan Republik Indonesia - Republik Demokratik Timor Leste membantu proses evakuasi sebuah gedung sekolah yang roboh di wilayah perbatasan, pada Jumat 2 April 2021.

Prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad langsung turun tangan untuk proses evakuasi reruntuhan gedung sekolah SMP Satap Negeri Noebesi yang diakibatkan tanah amblas.

"Ambruknya bangunan sekolah diakibatkan oleh kondisi tanah yang labil dimana telah diguyur hujan selama 4 hari berturut-turut yang mengakibatkan tanah amblas dan bangunan yang ada diatasnya ikut runtuh," terang Pasiter Satgas Kapten Arm Anak Agung Anom Wardana melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Bali, Sabtu 3 April 2021.

Pihaknya bekerja sama dengan pihak Polsek Miomaffo Barat dan masyarakat bergotong royong untuk mengevakusi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Baca juga: 152 Calon Prajurit Karier TNI AD Sub Panda Bali Akan Jalani Sidang Parade Kodam IX/Udayana

"Seperti meja, kursi, komputer, buku bacaan dan rak-rak buku untuk di simpan di tempat yang lebih aman mengingat curah hujan di daerah tersebut masih tinggi sehingga dikhawatirkan akan terjadinya longsor susulan," bebernya.

Ia menjelaskan, bangunan sekolah ini merupakan bangunan yang baru dibangun kurang lebih 2 bulan lamanya dan masih dalam tahap pemantauan Dinas Pendidikan setempat.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena pada saat kejadian amblasnya bangunan dalam keadaan kosong pukul 21.00 Wita," jelasnya.

Kepala sekolah SMP Satap Negeri Noebesi, Yustina Natun, S.Pd., (49) merasa sangat terbantu dengan kehadiran TNI dan Polri dalam pengevakuasian sekolah tersebut.

"Saya selaku kepala sekolah di sekolah ini berterima kasih kepada TNI dan Polri karena telah rela membantu kami disini, dan dengan hadirnya bapak-bapak TNI dan Polri kami merasa keamanan kami sudah terjamin," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Komite Sekolah, Siprianus Anin menambahkan, terus menjalin kerja sama dengan TNI dan Polri dalam perencanaan pemulihan bangunan sekolah kedepannya. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved