Breaking News:

Berita Jembrana

Produktivitas Padi Turun Karena Hujan di Jembrana Bali, Sutama: Kami Selalu Edukasi ke Petani

Faktor penghujan 2021 di Jembrana, Bali, membuat produktivitas padi Jembrana mengalami penurunan.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Ilustrasi - Produktivitas Padi Turun Karena Hujan di Jembrana Bali, Sutama: Kami Selalu Edukasi ke Petani 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Faktor penghujan 2021 di Jembrana, Bali, membuat produktivitas padi Jembrana mengalami penurunan.

Meski demikian, masih mencukupi untuk pengolahan selama setahun ke depan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama.

Sutama menyatakan, pada awal panen tahun 2021 ini diakuinya ada penurunan produktivitas hasil gabah dari petani di Jembrana, Bali.

Baca juga: Pertanian di Badung Nihil Puso, Produksi Padi Musim Tanam I Capai 15.614 Ton

Baca juga: Upaya Pertanian Organik, Pemkab Klungkung Demplot Padi dengan Pupuk Kompos Olahan Sampah

Baca juga: Aprilia Manganang Mengalami Hipospadia, 28 Tahun Menanti Kepastian Jadi Laki-laki Kini Tercapai

Sebab, produktivitas padi memang bergantung pada iklim.

Untuk faktor penghujan memang menjadi pemicu penurunan, di mana rata-rata produksi per hektare 7 ton sekarang hanya 6 ton gabah.

Namun demikian, kapasitas usaha pengolahan gabah di Jembrana cukup untuk menampung produk gabah petani.

Baik dari Persatuan Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) maupun Koperasi Unit Desa (KUD) dalam setahun cukup untuk menampung hasil produksi gabah di Jembrana bahkan lebih.

“Secara produktivitas turun. Tapi memang masih menampung untuk pengolahan dalam setahun,” ucapnya, Jumat 2 April 2021.

Menurut Sutama, periode Januari-Maret 2021 ini, ada sekitar 2.500 hektare sawah yang panen tersebar di sejumlah Subak di Jembrana.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved