Breaking News:

Berita Klungkung

Terserang Penyakit, Rumput Laut di Banjar Nyuh Kukuh Nusa Penida Harus Dipanen Dini

Para petani di Desa Ped, Nusa Penida mengeluh karena pertumbuhaan rumput laut mereka kurang baik.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Petani rumput laut di Banjar Nyuh Kukuh, di Desa Ped, Nusa Penida, Klungkung mengeluh karena hasil panen kurang baik. 

Masa tanam berlangsung sejak awal Maret lalu.

Baca juga: Tahapan Pilkel 2021 di Klungkung Bali Dimulai Akhir April 2021

Baca juga: Arimbawa Kaget Temukan Brankas Berisi Pratima Terkubur di Bawah Pohon Pisang di Klungkung

Namun pada pertengahan Maret, rumput laut yang dikembangkan mulai muncul bercak-bercak putih.

"Jika dibiiarkan, nanti akan busuk dan gagal panen. Bisa tali-tali saja yang tersisa,"ungkap Armini. 

Hal serupa diungkapkan petani rumput laut lainnya di Banjar Nyuh Kukuh, Komang Tiyas (44).

Menurutnya rumput laut jenis spinosum memang lebih rentan terserang hama, dari pada jenis cottoni.

Namun rumput laut jenis cattoni tidak dapat berkembang dengan baik di perairan Desa Ped.

Baca juga: Hingga Februari 2021, Tercatat Masih Ada 11 Balita dengan Gizi Buruk di Klungkung

" Rumput laut jenis cottoni, biasanya tumbuh baik di perairan Lembongan. Harga perkilogramnya bisa mencapai Rp14.000, jika dijual dalam kondisi sudah kering," jelasnya.

Sementara rumput laut jenis spinosum biasanya dijual dalam keadaan kering seharga Rp7000 per kilogramnya.

Namun karena banyak terserang penyakit dan hasilnga kurang baik, harga rumput laut spinosum kering anjlok menjadi Rp4000 per kilogram. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved