Breaking News:

Bisnis

Periode Maret 2021, Penjualan Dua Jenis Gas Elpiji Ini Alami Penurunan 

Penurunan tersebut, yakni sebesar 23 persen apabila dibandingkan dengan Maret 2020 lalu.

ist
penjualan gas elpiji 12 kg dan bright gas 12 kg periode Maret 2021 untuk di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JatimBaliNus) mengalami penurunan sebesar 23 persen apabila dibandingkan dengan Maret 2020 lalu 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jr. Officer Communication & Relations Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Taufik R. Lubis menyampaikan bahwa pasca pandemi Covid-19, penjualan gas elpiji 12 kg dan bright gas 12 kg periode Maret 2021 untuk di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JatimBaliNus) mengalami penurunan. 

Penurunan tersebut, yakni sebesar 23 persen apabila dibandingkan dengan Maret 2020 lalu.

Menurutnya, adapun realisasi pada Maret 2020, yakni sebesar 4.790 Metrik Ton (MT), sedangkan realisasi pada Maret 2021 sebesar 3.680 MT.

Taufik R. Lubis juga menjelaskan bahwa selain penjualan gas elpiji 12 kg, penjualan gas elpiji 3 kg juga mengalami penurunan, yaitu sebesar tiga persen.

 Dengan realisasi pada Maret 2020 sebesar 125.360 MT, sedangkan realisasi pada Maret 2021 sebesar 122.000 MT.

Kisah Viral Pramugari Banting Setir Jadi Penjual Gas Elpiji Setelah di-PHK Karena Pandemi Covid-19

Menjelang Akhir September, Konsumsi BBM dan Elpiji di Bali Meningkat

"Hal itu berdasarkan perbandingan data Maret 2020 dengan Maret 2021, jadi, ada penurunan sebesar tiga persen. Demikian juga untuk penjualan bright gas 5,5 kg turun sebesar dua persen berdasarkan data Maret 2020 dengan Maret 2021. Dengan realisasi pada Maret 2020 sebesar 263 MT, sedangkan realisasi pada Maret 2021 sebesar 257 MT," ujar Taufik R. Lubis. 

Taufik R. Lubis juga menjelaskan bahwa untuk saat ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) dari elpiji 3 kg sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2018, yakni sebesar Rp 14.500.

"Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemerintah untuk distribusi elpiji 3 kg agar tepat sasaran," tambahnya.

Menurutnya, terkait ketersedian elpiji di Bali pada tanggal 31 Maret 2021 lalu berada pada posisi 3.990 MT yang dimana ketersediaan tersebut bersifat dinamis.

"Kami menyesuaikan penerimaan suplai dari kilang Pertamina dan distribusi penyaluran ke lembaga penyalur di Provinsi Bali," ungkapnya pada Senin 5 April 2021. 

Dirinya juga mengatakan bahwa Pertamina sendiri terus mengedukasi masyarakat dalam menggunakan elpiji sesuai dengan peruntukkannya.

 Yang dimana elpiji 3 kg merupakan jenis elpiji subsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu sehingga tidak ada lagi pendistribusian yang salah sasaran. (*) 

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved