Breaking News:

Bila Pariwisata Bali Dibuka, Wisman Australia Belum Jadi Prioritas, Hanya Beberapa Negara Ini

Cok Ace juga menyebut ketika memang telah siap pariwisata Bali akan dibuka, maka Australia bukan lagi menjadi prioritas utama.

Dokumentasi Pemprov Bali
Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat menjadi salah satu pembicara kunci dalam Internasional Web Seminar bertajuk “Empowering Creative Industry to Rejuvenate the Economy During and After Covid-19 Pandemic” yang digelar oleh Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Udayana (FIB), Jumat (4/9/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pintu pariwisata Internasional di Bali rencana dibuka pada pertengahan tahun ini, atau sekitar bulan Juni 2021 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubenrnur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace, saat mengunjungi Gebyar Vaksin di Kelurahan Gilimanuk, Selasa 6 April 2021.

Cok Ace juga menyebut ketika memang telah siap pariwisata Bali akan dibuka, maka Australia bukan lagi menjadi prioritas utama.

Hal ini dikarenakan kebijakan pemerintah di sana yang disinyalir masih belum membuka untuk warganya berpergian ke luar negeri.

“Untuk Australia yang masih fluktuatif, karena memang kebijakan pemerintah di sana. Jadi kita melihat peluang yang masih ada itu seperti turis Belanda, UEA, China dan Singapore. Sedangkan untuk turis negara lain maka kita lihat perkembangan,” ucapnya.

Cok Ace mengaku bahwa memang untuk saat ini, sebelum pintu-pintu Bali dibuka, maka memang setiap warga ditargetkan bisa mendapatkan dosis vaksin.

Sehingga, untuk hari ini, pihaknya terjun langsung ke Jembrana terutama di Gilimanuk karena merupakan pintu masuk Bali.

Karena, sebelum pintu pariwisata mancanegara internasional buka, saat ini Bali masih mengandalkan pariwisata domestik.

“Secara keseluruhan memang vaksin harus didahulukan karena Gilimanuk pintu masuk Bali. Apalagi kita masih mengandalkan pariwisata domestik. Untuk saat ini, Bali diharapkan nanti mendapat tiga juta vaksin, April ini ditarget 600 ribu,” jelasnya.

Untuk saat ini Bali masih membuka pintu pariwisata untuk domestik.

Sedangkan beberapa hari terakhir jumlah kunjungan wisatawan domestik meningkat dari yang biasanya hanya 3000 hingga 3500 kini sampai 6000 ribuan wisatawan.

“Nah ini yang harus dipertahankan ketaatan warga pada prokes. Meski sudah divaksin, tetap membentengi diri dengan masker dan cuci tangan,” bebernya. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved