Berita Bangli

Butuh Tambahan Sarana Penunjang Kedaruratan, Tahun Ini Pemkab Bangli Usulkan 2 Alat Berat

Keberadaan alat berat menjadi salah satu kebutuhan tim reaksi cepat (TRC) dalam hal penanggulangan bencana.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Keberadaan alat berat menjadi salah satu kebutuhan tim reaksi cepat (TRC) dalam hal penanggulangan bencana.

Penambahan sarana penunjang pun menjadi prioritas pemda, untuk dipenuhi secara bertahap.

Hal ini terungkap dari hasil rapat evaluasi Layanan Pengaduan 24 Jam, Senin 5 April 2021.

Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar dan dihadiri oleh seluruh jajaran OPD.

Diar yang ditemui usai rapat mengungkapkan, penambahan sarana penunjang ini menjadi salah satu usulan dari OPD, salah satunya penambahan alat berat.

Diar menjelaskan, keberadaan alat berat menjadi hal yang penting kaitannya dengan penanganan kebencanaan.

Layanan Pengaduan 24 jam di Bangli Diminati, Dalam Sebulan TRC Catat 82 Laporan

Dua Anggota DPRD Bangli Periode 2014-2019 Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Puluhan Juta Rupiah

Oleh sebab itu, ia menilai masing-masing kecamatan semestinya tersedia alat berat.

Sehingga penanganan kebencanaan di satu wilayah kecamatan bisa diselesaikan dengan cepat.

“Kalau alat berat yang ada saat ini jumlahnya terbatas. Jadi semisal ada bencana di Kintamani, alat beratnya masih dipakai di Susut, ini menjadi persoalan tersendiri. Sehingga ini menjadi bagian dari penghambat. Maka kesimpulannya sarananya penunjang ini penting untuk menunjang pelayanan ini,” jelasnya.

Selain alat berat, keberadaan sarana penunjang lain seperti mobil damkar juga perlu dilakukan penambahan.

Mantan Ketua DPRD Bangli itu tak memungkiri jika minimnya jumlah mobil damkar di Bangli merupakan persoalan lama yang musti segera mendapatkan perhatian.

Ia mencontohkan saat musibah kebakaran di wilayah Desa Belantih, Kintamani.

Pihaknya harus menghubungi Damkar di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung karena jarak tempuh yang lebih dekat.

 Oleh sebab itu Diar menilai keberadaan armada Damkar juga menjadi bagian dari evaluasi kedepan, untuk menyiapkan sarana yang berhubungan dengan kedaruratan.

Ia juga mengatakan kedepan harus ada sarana kedaruratan yang standby di Kintamani.

“Itu kan darurat. Dan yang paling sering terjadi di Kintamani. Karena di Kintamani itu ada hutan, yang sangat rentan dengan kebakaran di musim kemarau. Sedangkan di musim penghujan sangat berpotensi terjadi musibah longsor,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemenuhan sarana penunjang dilakukan secara bertahap mengingat kondisi keuangan daerah.

Namun khususnya penambahan alat berat, Diar mengatakan pihaknya telah mengirimkan proposal ke Provinsi untuk mendapatkan bantuan.

“Sudah diupayakan melalui provinsi, kalau tidak salah dua unit. Sedangkan damkarnya belum,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Bangli
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved