Breaking News:

Berita Karangasem

Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah di Tegal Bengkak Karangasem Bali Kembali Mendapat Penolakan

Rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem untuk membangun teempat pengolahan sampah kembali dapat penolakan dari warga.

Tribun Bali/Saiful Rohim
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Gede Ngurah Yudiantara. 

"Selama ini kita telah berupaya melakukan pengolahan sampah dengan penyemprotan teknologi Eco Enzyme, serta dengan cara lain lagi. Tetapi upaya itu belum maksimal. Alat yang rencananya digunakan untuk pengolahan sampah sudah terbukti," akui Dodek, sapaan Ngurah Yudiantara.

Sampah yang ada di TPA Butus & Lingasana akan diolah mengunakan alat teknologi Jerman. Pengolahan sampah melalui waste to energy.

Sampah  diolah jadi bahan bakar refused derived fuel (RDF) / solid recovered fuel (SRF) yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar pencampur batubara PLTU.

"Alatnya dari Jerman. Orang hanya mengambil sampahnya saja untuk diolah menjadi energi. Makanya kita akan berusaha mencari tempat pengolahan sampah dan dekat dengan ke 2 TPA,"tambahnya.

Tempat pengolahan sampah nanti mampu mengolah sampah 200 ton  sampah setiap harinya.

"Setelah tempat pengolahan sampah berdiri, nantinya kita bangun depo disetiap Kecamatan untuk diolah menjadi bahan bakar. Yang mengangkut sampahnya dari pihak mereka. Dinas hanya memfasilitasi," ungkap Gede  Yudiantara.

Pihaknya berharap, semoga prosesnya berjalan lancar.

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved