Breaking News:

Penanganan Bencana Banjir di NTT dan NTB, Ribuan Personel TNI dan Kapal Adri Dikerahkan

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin rapat terkait masalah penanganan bencana alam yang terjadi baik di wilayah Pro

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Noviana Windri
ist
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., saat Vidcon dengan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dari Makodam IX/Udayana Denpasar, Bali, Senin 5 April 2021 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka penanganan akibat bencana alam yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, TNI AD bergerak cepat untuk melakukan berbagai upaya penanganan terdampak bencana di wilayah tersebut.

Dimana pada Senin 5 April 2021 kemarin, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin rapat terkait masalah penanganan bencana alam yang terjadi baik di wilayah Provinsi NTT maupun NTB. 

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., telah menyampaikan paparan terkait kondisi terkini bencana alam banjir yaitu untuk di wilayah Kabupaten Bima, NTB.

Di Kabupaten Bima mengalami kerusakan pada fasilitas umum berupa jembatan penghubung antara desa yang terputus sebanyak 3 jembatan. 

Kemudian di Provinsi NTT khususnya ada 10 jembatan yang rusak diantaranya 4 di Flores Timur, 4 di Alor, 1 di Sumba Timur dan 1 di Malaka.

UPDATE Banjir Bandang di NTT: Kapitan Corebima Hilang Misterius Setelah Selamatkan Warga

Jajaran TNI Kodam IX/Udayana Bergerak Cepat Bantu Penanganan Bencana NTB dan NTT

Adapun peta terdampak bencana alam yang terjadi di wilayah Provinsi NTT per Senin 5 April 2021 dilaporkan yaitu ada 6 kabupaten, 2 kota, 29 kecamatan, 3 kelurahan dan 75 desa dengan kerugian 1.122 rumah terendam, 10 jembatan rusak, 1 fasilitas pendidikan, 320 Ha lahan pertanian, 1 tempat ibadah dan jaringan komunikasi terputus. 

Selain itu, dampak yang diakibatkan juga adanya korban jiwa, termasuk juga diperkirakan masih ada yang hilang dan masih terus dilakukan pencarian oleh petugas.

"Untuk bencana alam banjir di wilayah NTT, kami sudah kerjakan dan telah disiapkan 8 Posko, 16 tenda TNI untuk pengungsian, sudah tergelar sebanyak 20 dapur lapangan dan sudah berjalan sejak tadi pagi serta ada 6 Keslap yang juga sudah tergelar di tempat terjadinya bencana," terang Pangdam.

Sedangkan jumlah personel yang sudah dikerahkan sebanyak 2.462 orang yang berasal dari gabungan Kodim jajaran Korem 161/WS dan Batalyon terdiri dari 337 orang di Flores Timur dan 2.125 orang di Kupang. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved