Breaking News:

Berita Gianyar

Air Saluran Irigasi Meluap, Senderan Bengkel Jebol di Gianyar Bali

Senderan bangunan di sebuah bengkel angin di By Pass Ida Bagus Mantra, Banjar Telabah, Desa Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali jebol, Rabu 7 April 2021

Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
Senderan bangunan di sebuah bengkel angin di By Pass Ida Bagus Mantra, Banjar Telabah, Desa Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali jebol, Rabu 7 April 2021 pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Senderan bangunan di sebuah bengkel angin di By Pass Ida Bagus Mantra, Banjar Telabah, Desa Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali jebol, Rabu 7 April 2021 pagi.

Hal tersebut diduga akibat saluran irigasi yang meluber masuk ke bangunan, sehingga tanah di bawah senderan pun jebol.

Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini.

Informasi dihimpun Tribun Bali, sebelum peristiwa terjadi, hujan lebat sempat mengguyur wilayah tersebut.

Karena itu, debit air irigasi pun relatif besar.

Jebol, Senderan Sungai Mantri Desa Sumbu Karangasem Segera Diperbaiki

Diguyur Hujan Deras, Senderan Rumah Gede Karnata di Sawan Buleleng Jebol

Terlebih lagi saluran tersebut mampet, sehingga airnya pun meluber ke bangunan milik keluarga Ni Nyoman Sunariati. 

Air yang terus menggenangi areal senderan tersebut, mengakibatkan tanahnya menjadi labil, sehingga roboh pun tidak bisa dihindari.

Dimana senderan tersebut roboh hingga ke pondasinya.

Saat dikonfirmasi, Sunariati beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kata dia, bangunan tersebut memang miliknya.

Namun telah dikontrakkan pada orang lain sebagai bengkel angin ban kendaraan.

 "Astungkara tidak ada korban. Itu terjadi karena air irigasi mampet, dan airnya masuk ke sini, sehingga tanah menjadi labil dan akhirnya roboh," ujarnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk meninjau kerusakan tersebut. Kata dia, kerusakan terjadi pada senderan dan pondasinya. Kerugian ditafsir sekitar Rp 70 juta. 

"Untuk penanganan tidak dilaksanakan karena kondisi tanah masih labil serta material tidak ada mengganggu akses lalulintas," ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved