Breaking News:

Berita Bali

Analisis Kriminolog Prof. Rai Setiabudhi Sebut Setahun Pandemi Kejahatan Meningkat di Bali

Kasus kriminalitas di Bali khususnya tindak kejahatan pencurian semakin marak seiring dengan masih tiarapnya perekonomian warga setelah setahun lebih

ist
Guru Besar Hukum Pidana dan Kriminologi Fakultas Hukum Universitas Udayana Bali, Prof. Rai Setiabudhi. 

Dan beberapa kasus pencurian dalam kurun sebulan teralkhir viral di media sosial meliputi pencurian sepeda motor, pencurian sepeda, pencurian lampu, pencurian kursi, pencurian tabung gas di warung, hingga yang masih hangat penjambretan menyasar seorang Balita di sebuah laundry di Denpasar.

Menyikapi angka kriminalitas di Bali yang mengalami peningkatan saat masa pandemi Covid-19, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mengimbau kepada masyarakat agar menghindari bepergian yang tak penting.

"Utamakan terapkan protokol kesehatan, hindarilah bepergian karena kita menjaga bahwa situasi seperti ini menjaga jarak itu penting. Dengan kita jarang bepergian yang tidak terlalu penting, juga menghindari juga ganggunan kriminalitas tentunya, menghindari kesempatan pelaku pelaku yang berniat jahat," pesan Irjen Pol Putu Jayan.

Sementara dari pihak kepolisian juga telah melakukan pola antisipasi dengan menempatkan lebih banyak anggota di lapangan untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

"Kita tempatkan anggota sekarang lebih banyak lagi di lapangan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas," tegasnya.

"Tetap kita polanya adalah menempatkan anggota kita secara preventif, secara penegakkan hukum kita juga harus mengungkap kasus. Kring reserse dari unit-unit reserse kita untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan terhadap kasus yang ada," jabarnya

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H membeberkan waktu rawan kejadian kasus pencurian, baik Curat, Curanmor, maupun Curas adalah pelaku melancarkan aksinya sekitar pukul 14.00 Wita hingga 22.00 Wita.

Dit Reskrimum Polda Bali terus berkomitmen menjadikan wilayah Bali bebas dari pelbagai pelaku dan motif kejahatan melalui strategi jitu dalam pengungkapan sebuah kasus.

Kombes Pol Djuhandhani pun memiliki motto khusus dalam sebuah pengungkapan pelaku kejahatan.

"Jangan jadikan tempat yang aman bagi pelaku kejahatan," tegas Dir Reskrimum. 

Senada, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengajak masyarakat untuk turut mengamankan lingkungan sekitar sebab tak dipungkiri faktor ekonomi membuat niat orang berbuat jahat lebih terbuka.

"Bersama sama mengamankan lingkungan masing-masing dan keselamatan diri, karena dengan situasi pandemi covid-19, tidak menutup kemungkinan niat orang berbuat jahat dengan modus faktor ekonomi lebih besar. Tetap kita antisipasi," ujar Kapolresta

Dari niat pelaku yang sudah muncul dibarengi dengan kesempatan lingkunga mendukung untuk berbuat jahat maka terjadilah aksi kejahatan, untuk itu Kapolresta berpesan kepada masyarakat masyarakat agar dapat belajar dari rentetan peristiwa yang ada agar lebih berhati-hati, sehingga tidak turut menjadi korban kejahatan.

"Niatnya sudah muncul, tinggal dia mencari kesempatan. Jadi dari beberapa peristiwa yang ada, kami berharap menjadi pembelajaran untuk kita semua termasuk masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi," harap Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan

"Kami mohon kerja samanya saling menjaga lingkungan masing-masing agar tidak terjadi atau menjadi korban kejahatan tindak pidana," sambungnya. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved