Breaking News:

Berita Bali

Analisis Kriminolog Prof. Rai Setiabudhi Sebut Setahun Pandemi Kejahatan Meningkat di Bali

Kasus kriminalitas di Bali khususnya tindak kejahatan pencurian semakin marak seiring dengan masih tiarapnya perekonomian warga setelah setahun lebih

ist
Guru Besar Hukum Pidana dan Kriminologi Fakultas Hukum Universitas Udayana Bali, Prof. Rai Setiabudhi. 

Laporan wartawam Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus kriminalitas di Bali khususnya tindak kejahatan pencurian semakin marak seiring dengan masih tiarapnya perekonomian warga setelah setahun lebih dihantam pandemi Covid-19

Hal ini pun dikupas oleh Guru Besar Hukum Pidana dan Kriminologi Fakultas Hukum Universitas Udayana Bali, Prof. Rai Setiabudhi.

Dalam wawancara dengan Tribun Bali, Prof Rai menuturkan, bahwa secara umum atau nasional hampir setiap daerah kriminalitas akhir-akhir ini meningkat.

"Padahal awal terjadi pandemi menurun, tapi setelah setahun pandemi kejahatan meningkat," tuturnya di Denpasar, Bali, Rabu 7 April 2021. 

Ia menjelaskan terjadinya peningkatan kriminalitas tak lain tak bukan disebabkan faktor ekonomi.

Aksi Pencurian Terekam CCTV, Pelaku Gasak Sejumlah Uang dan Barang di Denpasar

Kasus Pencurian Terjadi di Denpasar Timur, Satu Sepeda Motor Yamaha Nmax Raib Digondol Maling

"Para ahli kriminologi sejak dulu telah meneliti bahwa ada hubungan antara kondisi ekonomi dengan kejahatan semakin buruk kondisi ekonomi kejahatan semakin meningkat," katanya

"Kondisi ekonomi dalam hal ini sulitnya mencari nafkah khususnya untuk biaya hidup," jelas Prof Rai.

Ia menilai banyaknya PHK yang berbuntut pada peningkatan jumlah pengangguran sejak pandemi melanda disinyalir menjadi akar dari maraknya kasus kejahatan.

"Lebih-lebih sejak pandemi banyak terjadi PHK sehingga banyak pengangguran," ujar dia.

Sebagai perbandingan di beberapa negara di Eropa, ada hubungan antara kenaikan harga gandum dengan terjadinya kriminalitas.

Semakin tinggi harga gandum sebagai makanan pokok dalam beberapa waktu dibarengi dengan kenaikan angka kejahatan.

"Demikian pula semakin banyak PHK yg menimbulkan semakin banyak pengangguran, juga diikuti dengan semakin meningkatnya kejahatan," sebutnya.

Lebih lanjut, bila dikaitkan kondisi pandemi saat ini, di mana banyak terjadi PHK yg menimbulkan pengangguran, diimbangi dengan meningkatnya kriminalitas.

"Hal ini berarti terjadinya peningkatan kriminalitas disebabkan karena faktor ekonomi," tegasnya.

Di lain sisi, Prof Rai menyebut meningkatnya kejahatan bisa jadi juga didorong karena pengaruh kebijakan pemerintah terkait yang mempercepat untuk memberikan kebebasan bersyarat kepada banyak narapidana sejak masa pandemi Covid-19

Di samping itu, bila terjadi kondisi yang sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup seringkali berpengaruh terhadap lebih cepat emosi.

Hal ini juga bisa berpengaruh terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga maupun kasus  kejahatan kekerasan lainnya.

"Karena itu kepada aparat penegak hukum agar lebih ditingkatkan upaya pencegahan baik secara preemtif maupun preventif dengan lebih banyak melakukan patroli di tempat- tempat yg rawan kejahatan," pungkasnya.

Kepolisian Daerah Bali terus berupaya menekan angka kejahatan jalanan atau street crime di Pulau Dewata.

Patroli gencar dilakukan untuk mengantisipasi tindak pidana pencurian dengan pemberatan, kekerasan, jambret, begal dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Selain itu mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan jalanan di titik - titik rawan yang telah dipetakan kepolisian.

"Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Polda Bali adalah untuk pengamanan dan antisipasi tindak kejahatan, termasuk tindak pidana jambret, begal atau kejahatan lain," terang Karo Ops Polda Bali Kombes Pol. Firman Nainggolan, secara terpisah

Dalam kegiatan patroli, Polda Bali melibatkan Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Direktorat Intelkam, Direktorat Lalu Lintas, Direktorat Reskrimum dan Polresta Denpasar. 

Marak Pencurian di Tempat Suci, Polsek Ubud Gianyar Intensifkan Patroli Malam

Pencurian Mobil Box Berisi Miras di Denpasar, Polisi Ringkus Pelaku Berstatus Pasangan Selingkuh

"Kegiatan ini umumnya dilakukan malam hari dengan maksud dan tujuan untuk mengantisipasi berbagai tindak pidana," jelasnya.

Sejumlah kasus pencurian beberapa waktu terakhir diantaranya, terjadinya pencurian dengan pembobolan ATM selama dua hari berturut - turut pada 15-16 Maret 2021.

Pencurian disertai kekerasan yang berujung pada tewasnya korban seorang buruh proyek terjadi di bedeng proyek depan Kantor Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis 4 Maret 2021 pukul 03.00 Wita.

Aksi perampokan kembali terjadi di sebuah SPBU Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Kamis 28 Januari 2021 dan November 2020.

Pencurian dengan pemberatan berkedok minta donasi lalu mengosek harta korban terjadi di Jalan Gunung Athena gang XVII No.3 Denpasar pada Selasa 23 Februari 2021 sekitar pukul 17.00 Wita.

Kemudian kasus pencurian dengan pemberatan dengan modus operandi pecah kaca mobil dan menggasak barang berharga milik korban di 11 TKP, 9 TKP berada di wilayah hukum Polresta Denpasar serta 2 TKP di wilayah hukum Polres Gianyar. Dari 11 TKP dilakukan dalam rentang waktu bulan Desember 2020 hingga Februari 2021.

Dan beberapa kasus pencurian dalam kurun sebulan teralkhir viral di media sosial meliputi pencurian sepeda motor, pencurian sepeda, pencurian lampu, pencurian kursi, pencurian tabung gas di warung, hingga yang masih hangat penjambretan menyasar seorang Balita di sebuah laundry di Denpasar.

Menyikapi angka kriminalitas di Bali yang mengalami peningkatan saat masa pandemi Covid-19, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mengimbau kepada masyarakat agar menghindari bepergian yang tak penting.

"Utamakan terapkan protokol kesehatan, hindarilah bepergian karena kita menjaga bahwa situasi seperti ini menjaga jarak itu penting. Dengan kita jarang bepergian yang tidak terlalu penting, juga menghindari juga ganggunan kriminalitas tentunya, menghindari kesempatan pelaku pelaku yang berniat jahat," pesan Irjen Pol Putu Jayan.

Sementara dari pihak kepolisian juga telah melakukan pola antisipasi dengan menempatkan lebih banyak anggota di lapangan untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

"Kita tempatkan anggota sekarang lebih banyak lagi di lapangan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas," tegasnya.

"Tetap kita polanya adalah menempatkan anggota kita secara preventif, secara penegakkan hukum kita juga harus mengungkap kasus. Kring reserse dari unit-unit reserse kita untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan terhadap kasus yang ada," jabarnya

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H membeberkan waktu rawan kejadian kasus pencurian, baik Curat, Curanmor, maupun Curas adalah pelaku melancarkan aksinya sekitar pukul 14.00 Wita hingga 22.00 Wita.

Dit Reskrimum Polda Bali terus berkomitmen menjadikan wilayah Bali bebas dari pelbagai pelaku dan motif kejahatan melalui strategi jitu dalam pengungkapan sebuah kasus.

Kombes Pol Djuhandhani pun memiliki motto khusus dalam sebuah pengungkapan pelaku kejahatan.

"Jangan jadikan tempat yang aman bagi pelaku kejahatan," tegas Dir Reskrimum. 

Senada, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengajak masyarakat untuk turut mengamankan lingkungan sekitar sebab tak dipungkiri faktor ekonomi membuat niat orang berbuat jahat lebih terbuka.

"Bersama sama mengamankan lingkungan masing-masing dan keselamatan diri, karena dengan situasi pandemi covid-19, tidak menutup kemungkinan niat orang berbuat jahat dengan modus faktor ekonomi lebih besar. Tetap kita antisipasi," ujar Kapolresta

Dari niat pelaku yang sudah muncul dibarengi dengan kesempatan lingkunga mendukung untuk berbuat jahat maka terjadilah aksi kejahatan, untuk itu Kapolresta berpesan kepada masyarakat masyarakat agar dapat belajar dari rentetan peristiwa yang ada agar lebih berhati-hati, sehingga tidak turut menjadi korban kejahatan.

"Niatnya sudah muncul, tinggal dia mencari kesempatan. Jadi dari beberapa peristiwa yang ada, kami berharap menjadi pembelajaran untuk kita semua termasuk masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi," harap Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan

"Kami mohon kerja samanya saling menjaga lingkungan masing-masing agar tidak terjadi atau menjadi korban kejahatan tindak pidana," sambungnya. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved