Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Tabanan

BPKP Bali Audit Potensi Kerugian Negara Terkait Dugaan Korupsi LPD Desa Adat Kota Tabanan

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali melakukan audit investigasi perhitungan kerugian Negara dalam penyidikan perkara dugaan

Tayang:
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
Polres Tabanan
Suasana saat Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali melakukan audit investigasi perhitungan kerugian Negara dalam penyidikan perkara dugaan adanya Tindak Pidana Korupsi pada LPD Desa Pekraman Kota Tabanan di ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tabanan, Selasa 6 April 2021 sore. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali melakukan audit investigasi perhitungan potensi kerugian Negara dalam penyidikan perkara dugaan adanya Tindak Pidana Korupsi pada LPD Desa Pekraman Kota Tabanan di ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tabanan, Selasa 6 April 2021 sore.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita ini melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta pihak yang dihadiri oleh LPLPD Kabupaten Tabanan, Mantan Bendesa Adat Kota Tabanan dan PLT Ketua LPD Kota Tabanan.

Selain itu, juga didampingi Penyidik Tipidkor Polres Tabanan.

Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Aji Yoga Sekar mengatakan, kegiatan dari BPKP adalah audit kerugian negara terkait kasus dugaan pidana korupsi pada LPD Desa Adat Kota Tabanan.

Baca juga: Lebih Murah 15% di Pasar Galungan, Stok Babi Siap Potong di Tabanan Minim

Berapa kerugian negara akibat dugaan tersebut?

Pihaknya mengakui masih belum mengetahuinya, sehingga saat ini pihak Satreskrim Polres Tabanan masih menunggu hasil audit tersebut.

"Untuk hasilnya masih belum keluar. Sementara kita menunggu hasil dulu baru kita gelarkan," katanya.

Disinggung mengenai sudah berapa saksi yang diperiksa terkait kasus dugaan korupsi tersebut, AKP Yoga Sekar menyatakan sedikitnya sudah ada 20 orang saksi dari berbagai unsur.

"Saksinya sudah ada sekitar 20 orang yang kita periksa," tandasnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved