Breaking News:

Jaksa Kabulkan Justice Collaborator Suharjito, Penyuap Edhy Prabowo Dituntut 3 Tahun Penjara

Jaksa menilai Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama sekaligus terdakwa penyuap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo itu sudah berterus terang.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP), Suharjito mengenakan rompi oranye seusai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Jakarta Pusat, Rabu 25 November 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengabulkan permohonan Justice Collaborator (JC) yang diminta Suharjito.

Dalam pertimbangannya, jaksa menilai Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) sekaligus terdakwa penyuap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo itu telah berterus terang dan kooperatif memberi keterangan.

Suharjito pun menyatakan bersedia menguak keterlibatan pihak lain di perkara suap izin ekspor benih lobster (benur) di Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun anggaran 2020.

”Kami berpendapat bahwa karena terdakwa telah berterus terang dan kooperatif dalam memberikan keterangan, serta bersedia membuka keterlibatan pihak lain di dalam perkara ini, maka permohonan terdakwa dapat dikabulkan," kata jaksa dalam surat tuntutan yang dibacakan pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu 7 April 2021.

Baca juga: Istri Edhy Prabowo Mengaku Hanya Diberi Rp 50 Juta Per Bulan, Tak Tahu Penghasilan Lain Suaminya 

Baca juga: Tersangka Kasus Korupsi Edhy Prabowo Keberatan Terus Dibully, Prestasi Saya Tak Dihormati

Namun kata jaksa, pemberian surat ketetapan JC dari KPK untuk Suharjito itu baru akan diberikan setelah dirinya bersaksi dalam sidang perkara terdakwa lainnya. Selain itu, keputusan akhir status JC tetap berada di tangan majelis hakim.

"Pemberian Surat Ketetapan KPK sebagai Justice Collaborator akan diberikan setelah terdakwa memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara terdakwa lainnya," ujarnya.

Sebelumnya kuasa hukum Suharjito, Adwin Rahardian mengatakan permohonan JC diajukan hanya karena berdasar itikad baik dan sikap kooperatif kliennya sebagai terdakwa.

Jika JC dikabulkan, Adwin menegaskan kliennya siap menjawab semua persoalan menyangkut kasus ini secara terang benderang.

”Bukan apa-apa, itu karena itikad baik dan kooperatif saja apapun akan siap menjawab dengan sejujur-jujurnya, termasuk di BAP terdakwa bisa di explore dari hal - hal saudara terdakwa ketahui," kata Adwin.

Selain mengajukan JC, Suharjito juga meminta lembaga antirasuah turut mengusut keterlibatan eksportir benur lain yang diduga turut memberikan komitmen fee kepada Edhy Prabowo.

Halaman
123
Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved