Breaking News:

Sponsored Content

Kemendagri Akan Jadikan Badung Pilot Project Percepatan Pelaksanaan Smart City di Indonesia

Penerapan smart city di Kabupaten Badung, Bali, sudah mencapai level impact.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penerapan smart city di Kabupaten Badung, Bali, sudah mencapai level impact.

Internet gratis sudah tersedia di sejumlah desa dan banjar se-Kabupaten Badung.

Layanan internet gratis yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung tidak hanya bisa digunakan di lingkungan pemerintahan, sekolah, rumah sakit dan balai banjar semata, namun pihak banjar maupun desa bisa memanfaatkannya untuk warganya sendiri.

Atas prestasi tersebut, Kasubdit Administrasi Kawasan Perkotaan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Gensly, SE menyampaikan apresiasi dan berencana menjadikan Kabupaten Badung sebagai pilot project percepatan pelaksanaan smart city di Indonesia.

Baca juga: Diskop Badung Minta Perbekel dan Lurah Data Pelaku UKM Untuk Salurkan Banpres BPUM 2021

Baca juga: Sidak Lapas Kerobokan, Polres Badung Temukan Palu, Pisau Cutter Hingga Rokok Elektrik

Baca juga: Pemkab Badung Buka Pendaftaran Banpres BPUM, Pelaku UMKM Berpotensi Dapat BLT Rp 1,2 Juta

Hal tersebut diungkapkan Gensly saat menerima Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang didampingi Sekda Adi Arnawa di Jakarta, Selasa 6 April 2021.

"Apa yang dilakukan Pemkab Badung sejalan dengan arahan Bapak Presiden, di mana Badung sudah melakukan perkembangan smart city. Maka dari itu layak diajukan sebagai contoh wilayah smart city dalam event Indonesia International Smart City Expo yang akan diadakan di bulan Juli mendatang," ucapnya.

Gensly menambahkan, saat ini Smart City Network ada di 26 wilayah, di mana 10 negara ASEAN yang menjadi piloting start awal dan tidak menutup kemungkinan akan menambah Negara-negara baru lagi.

Otomatis untuk menambah kuota Negara-negara baru, pihaknya akan mendorong Pemkab Badung untuk tampil ke kancah internasional.

"Kita harus punya mapping dulu, agar kita tidak kalah dengan Filipina dan Kamboja, karena ASEAN termasuk itu. Besar harapan kami karena melihat perkembangan Badung sangat pesat untuk smart city, namun sebelumnya akan diadakan kunjungan dari Kementerian ke Badung," tambahnya.

Sementara itu, Wabup Suiasa didampingi Sekda Adi Arnawa menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh pihak Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri atas penerapan smart city di Kabupaten Badung.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kasubdit Administrasi Kawasan Perkotaan Ditjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri atas kepercayaan yang beliau berikan dalam rangka menjadikan Kabupaten Badung sebagai daerah percontohan percepatan penerapan smart city di ajang event Indonesia International Smart City Expo," ujarnya.

Lebih lanjut Suiasa mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen dalam mempermudah publik untuk mengakses informasi di lingkungan Kabupaten Badung.

"Badung Smart City mencakup beragam informasi mengenai Kabupaten Badung yang dapat diakses seluruh masyarakat, yang meliputi informasi keragaman adat, budaya dan agama, kedua terkait dengan informasi tata kelola pemerintahan, ketiga tentang informasi mengenai pelayanan publik. Keempat informasi pendidikan dan kesehatan, kelima berisi informasi ekonomi kerakyatan, keenam adalah informasi mengenai penegakan hukum, ketujuh adalah informasi mengenai lingkungan hidup, kedelapan berisi informasi mengenai infrastruktur dan kesembilan adalah informasi mengenai pariwisata," pungkasnya. (*).

Kumpulan Artikel Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved