Breaking News:

Berita Bali

Meski di Beberapa Desa Lowong, Pemprov Putuskan Tak Gelar Perekrutan Penyuluh Bahasa Bali Tahun Ini

pemerintah lebih mengutamakan untuk menggunakan penyuluh Bahasa Bali yang ada saat ini dan berjumlah sekitar 669 orang.

Tribun Bali/Ragil Armando
Perawatan lontar yang dilakukan oleh Penyuluh Bahasa Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kelanjutan pengembangan dan pelestarian bahasa Bali di sejumlah desa di Pulau Dewata dikhawatirkan terhambat.

Pasalnya, perekrutan penyuluh Bahasa Bali dipastikan kembali ditiadakan tahun 2021 ini.

Bahkan, pemerintah lebih mengutamakan untuk menggunakan penyuluh Bahasa Bali yang ada saat ini dan berjumlah sekitar 669 orang.

“Kalau penyuluh Bahasa Bali belum ada (rekrutmen). Kami masih berdayakan yang banyaknya 600-san itu,”  jelas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali, Ketut Boy Jayawibawa Rabu 7 April 2021.

Baca juga: Penyuluh Bahasa Bali Harapkan Bantuan Alat Konservasi

Disisi lain, Koordinator Penyuluh Provinsi Bali, I Wayan Suarmaja mengakui jika di beberapa desa di Bali masih ada yang tidak terisi oleh penyuluh Bahasa Bali.

Beberapa desa yang kosong tanpa penyuluh Bahasa Bali tersebut berada di Jembrana, Gianyar, Badung, Tabanan, dan Buleleng.

“Desa kosong tanpa penyuluh Bahasa Bali paling banyak di Kabupaten Jembrana, Gianyar satu desa, Badung, Tabanan dan di Buleleng hanya beberapa desa saja,” jelasnya.

Mengenai penyebab kekosongan tersebut, ia menyebut jika hal tersebut terjadi lantaran sejak awal memang pihaknya kekurangan penyuluh di beberapa desa tersebut.

Selain itu, ada juga yang memilih mengundurkan diri akibat lulus CPNS, menikah yang ataupun ikut suaminya ke luar daerah.

“Memang ada yang kosong karena tidak terpenuhi, dan ada juga yang mengundurkan diri setelah menikah ikut suami serta ada yang lolos CPNS.

Halaman
12
Penulis: Ragil Armando
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved