Breaking News:

Corona di Indonesia

Mutasi Baru Virus Covid Turunkan Efikasi, Pasien Sembuh Bisa Terinfeksi Lagi

Mutasi baru ini terjadi pada berbagai varian virus Corona, yaitu B117 dari Inggris, B1351 asal Afrika Selatan, dan P1 asal Brasil.

Editor: DionDBPutra
Pixabay
Ilustrasi virus corona. Setelah muncul virus B117 dari Inggris, kini muncul mutasi baru virus Covid-19 di Indonesia yaitu E484K. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Virus Covid-19 terus bermutasi. Setelah muncul virus B117 dari Inggris, kini muncul mutasi baru virus Covid-19 di Indonesia, yaitu E484K.

Mutasi baru ini terjadi pada berbagai varian virus Corona, yaitu B117 dari Inggris, B1351 asal Afrika Selatan, dan P1 asal Brasil.

Ahli epidemiologi Indonesia dan peneliti pandemic pada Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan, mutasi baru virus Covid-19 ini dapat mengurangi efikasi vaksin.

Selain itu, katanya, dampak yang cukup mengkhawatirkan dari virus ini adalah munculnya resistensi, yaitu virus bisa bertahan dari imunitas yang ada di dalam tubuh.

Baca juga: Mutasi Virus Covid-19 E484K Terdeteksi di Indonesia, 1 Kasus Ditemukan di Jakarta

Baca juga: 3 Mutasi Virus Corona Ini Diwaspadai Masuk Indonesia, Mana yang Paling Bahaya?

"Mutasi ini disebut bisa menghindari sistem pertahanan tubuh atau imun. Sehingga mutasi virus ini menjadi lebih meningkat kemampuan dalam menginfeksi, bahkan reinfeksi," kata Dicky Budiman, saat diwawancara, Selasa 6 April 2021.

Reinfeksi merupakan situasi tubuh terinfeksi kembali setelah dinyatakan sembuh.

Dicky juga menyebutkan, tubuh membutuhkan lebih banyak serum antibodi untuk mencegah infeksi pada sel tubuh akibat mutasi virus E484K ini.

Menurut Dicky, virus Corona memang mengalami mutasi setidaknya dua kali dalam sebulan. Virus ini menjadi serius karena gampang menular karena dan kerap terlambat dideteksi.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghindarinya. Pertama, meningkatkan kualitas dan kuantitas protocol kesehatan.

"Kita harus sangat serius meningkatkan 3T dan 5M. Nah hal lain menjadi catatan bahwa betul vaksinasi untuk varian B117 sebelumnya efektif. Kalau E484K ini masih dalam tanda tanya," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved