Breaking News:

Berita Jembrana

Wisada Ditahan Kejaksaan, Dugaan Korupsi Pepadu Lanjut ke Pengadilan Tipikor Denpasar

Wisada ditahan dan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin 5 April 2021 lalu.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Kajari Jembrana Triono Wahyudi saat ditemui di ruang kerjanya - Wisada Ditahan Kejaksaan, Dugaan Korupsi Pepadu Lanjut ke Pengadilan Tipikor Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pelimpahan tahap dugaan kasus korupsi Pepadu, yang diduga dilakukan oleh I Ketut Wisada, akhirnya selesai dilakukan penyidik Tipikor Polres Jembrana.

Atas hal ini, Wisada pun langsung ditahan dan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin 5 April 2021 lalu.

JPU pun sesegera mungkin merampungkan penyusunan berkas dakwaan untuk kemudian disidangkan di Pengadilan Tipikor Denpasar, Bali.

“Ya untuk tersangka memang sudah tahap II atau dilimpahkan kepada kami. Dan kami akan sesegera mungkin melimpahkan. Karena saat ini sedang menyusun berkas dakwaan. Tersangka kami tahan dan dititip di Mako Polsek Mendoyo (keamanan pandemi),”ucap Kajari Jembrana, Triono Rahyudi, Rabu 7 April 2021.

Baca juga: Perkara Korupsi Pungutan Uang Parkir, Mantan Kepala Pasar Kumbasari Bali Mohon Keringanan Hukuman

Baca juga: Profil Bupati Bandung Barat Aa Umbara, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Terkait Penanganan Covid-19

Baca juga: Kejari Karangasem Geledah Kantor Perbekel Tianyar Barat Terkait Dugaan Korupsi Proyek Bedah Rumah

Triono menjelaskan, kasus Pepadu sendiri melibatkan tersangka, yang saat itu duduk sebagai Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan pada tahun 2012 dan 2013.

Nah, dalam hal ini, pihaknya menilai bahwa apa yang dilakukan oleh tersangka, untuk lengkapnya syarat formil dan materil sudah terpenuhi.

Maka dari itu, selanjutnya berkas dinyatakan lengkap, dan dapat disidangkan.

“Kami memiliki keyakinan bahwa tersangka melanggar pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Sedangkan kerugian negara sekitar Rp 281 juta,” bebernya.

Sementara itu, Tim Jaksa Penuntut Umum, I Kadek Wahyudi Ardika menambahkan, kasus dugaan korupsi dengan tersangka I Ketut Wisada berbeda dengan dua tersangka sebelumnya, di mana salah satunya sudah dinyatakan bebas oleh pengadilan.

Untuk tersangka saat ini sendiri, ada dugaan kasus korupsi terkait dengan adanya selisih spesifikasi.

Halaman
1234
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved