Breaking News:

Berita Badung

Ada Pandemi, Ni Wayan Sumadri Akui Hiasan Penjor yang Dijualnya di Desa Kapal Badung Alami Penurunan

penjual hiasan penjor di Desa Kapal, Mengwi Badung mengakui, perayaan hari raya Galungan di tengah Pandemi covid-19 sangat berdampak besar

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Ni Wayan Sumadri 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Ni Wayan Sumadri (40) yang merupakan penjual hiasan penjor di Desa Kapal, Mengwi Badung mengakui, perayaan hari raya Galungan di tengah Pandemi covid-19 sangat berdampak besar.

 Pasalnya penjualan hiasan penjor tidak sebanding dengan Galungan sebelum pandemi.

Dirinya mengaku, bajet orang membeli bahan penjor sebelum pandemi covid-19 sampai Rp 300 ribu, sehingga mendapatkan bahan-bahan yang besar-besar dan bagus.

Berbeda saat ini, masyarakat hanya mencari yang sederhana dan hanya mempunyai bajet Rp 150 ribu.

Baca juga: Jelang Galungan 2021, Penjual Hiasan Penjor di Kapal Badung Bali Mulai Diserbu Warga

“Kalau dibandingkan sebelum pandemi memang mengalami penurunan.

Saat ini penjualan tergolong sepi dan banyak yang mencari hiasan penjor yang sederhana,” ujar wanita asal Banjar Peken Baleran, Desa Kapal itu.

Pihaknya mengatakan, saat ini yang paling laris yakni yang murah seperti janur yang biasa, janur, Sampian penjor dan juga rumput alang-alang.

Dirinya pun mengakui pelanggan hanya menghabiskan uang Rp 150 ribu untuk bisa membeli hiasan penjor yang sudah komplit, hanya saja semua itu yang sederhana.

“Jadi dulu kan satu penjor, bisa menghabiskan Rp 300 ribu. Sehingga penjualannya juga lebih tinggi dibandingkan sekarang,” akunya.

Bahkan sebelum pandemi, dalam sehari dirinya bisa menjual hiasan penjor mencapai belasan hingga puluhan juta.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved