Breaking News:

Berita Bali

Investor Pasar Modal di Bali Pada Februari 2021 Mengalami Peningkatan

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali mencatat per Februari 2021, terjadi peningkatan dari sisi jumlah investor pasar modal

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ilustrasi - Investor Pasar Modal di Bali Pada Februari 2021 Mengalami Peningkatan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali mencatat per Februari 2021, terjadi peningkatan dari sisi jumlah investor pasar modal secara keseluruhan mulai dari saham, obligasi, reksadana dan produk turunannya.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Bali, I Gusti Agus Andiyasa menyampaikan bahwa per Februari 2021, jumlah investor pasar modal secara keseluruhan mulai dari saham, obligasi, reksadana dan produk turunannya di Bali sebanyak 92.974 investor atau bertumbuh sebesar 14,357 investor baru atau 18 persen dari tahun sebelumnya (YTD).

Sementara, jumlah investor saham di Bali sebanyak 48.334 investor atau bertumbuh sebesar 9.637 investor baru atau 24,9 persen dari tahun sebelumnya (YTD).

Dan transaksi saham di Bali sudah mencapai kurang lebih 12,3 triliun rupiah.

Baca juga: Semakin Diminati Investor, Setiap Tahunnya Dua Hingga Tiga Galeri Investasi di Bali Diresmikan

Baca juga: Charity Ride HOG ke Jembrana, Bupati Tamba Tawarkan Investasi

Baca juga: Akuisisi Klub Raffi Ahmad Resmi Ubah Jadi RANS Cilegon FC, Nilai Investasi di Atas Rp 300 Miliar

Jumlah ini pun telah mencapai 50 persen dari total transaksi saham di tahun 2020 sebelumnya.

"Sebenarnya untuk pertumbuhan atau perkembangan pasar modal di Bali dari tahun ke tahun sangat mengembirakan, kalau kita lihat dari sisi pertumbuhan jumlah investor," ujar I Gusti Agus Andiyasa kepada Tribun Bali.

Dirinya mengaku bahwa ketika awal-awal pandemi, pihaknya sempat merasa ragu akan pertumbuhan jumlah investor mengingat kondisi pandemi yang memberikan dampak bagi hampir seluruh sektor kehidupan masyarakat Indonesia.

Namun, tanpa mereka prediksi, justru di masa pandemi, pertumbuhan investor sangat tinggi dan luar biasa.

"Pandemi mengubah perilaku, kebiasaan dan justru minat investasi masyarakat. Karena tidak bisa keluar, lapangan pekerjaan yang semakin menyempit, membuat masyarakat berusaha untuk mencari alternatif-alternatif investasi atau mencari penghasilan melalui transaksi jual beli di Pasar Modal," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved