Breaking News:

Menparekraf Ungkap Kerugian Pembatalan Pameran Offline MICE Tahun 2020 Capai Rp 18 Triliun

Sebagai upaya untuk mendorong kembali sektor MICE, industri harus dapat melakukan penyesuaian dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menparekraf Sandiaga Uno saat memberikan keterangan dalam Weekly Press Briefing via Zoom Meeting, Senin 22 Maret 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Data kerugian pembatalan kegiatan pameran industri MICE tahun 2020 ternyata sangat besar. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkap kerugian tersebut sebesar Rp 18 triliun.

Sandiaga Uno menyampaikan hal itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) 2021 yang mengusung tema Kolaborasi Pemulihan Industri MICE.

"MICE adalah salah satu program prioritas yang kita coba dorong. Bahwa event sudah bisa berjalan namun harus sesuai dengan protokol kesehatan dan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah setempat," kata Menparekraf Sandiaga, Kamis 8 April 2021.

Karenanya sebagai upaya untuk mendorong kembali sektor MICE, industri harus dapat melakukan penyesuaian dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan target pasar wisatawan nusantara lebih dulu.

Terlebih hasil survei UFI (The Global Association of the Exhibition Industry) terhadap 457 perusahaan di 64 negara, 37 persen di antaranya optimistis dapat kembali memulai kegiatan dalam skala lokal pada Juni 2021.

Inovasi yang dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital, sementara adaptasi adalah menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Kemenparekraf sebelumnya telah mengeluarkan panduan protokol kesehatan untuk berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk kegiatan wisata MICE.

Protokol kesehatan di bidang MICE disusun bersama-sama dengan industri dan asosiasi yang merujuk pada aturan dari Kementerian Kesehatan dan aturan internasional bidang MICE.

"Sementara kolaborasi, penyelenggara MICE harus dapat bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Satgas COVID-19, TNI dan Polri, Pemda setempat yang bisa kita ajak gabung dalam kepanitiaan," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Ketua Umum Asperapi Hosea Andreas Runkat berharap dukungan penuh dari pemerintah melalui kebijakan travel corridor arrangement dapat membangkitkan kembali industri MICE.

"Mudah-mudahan ada lampu hijau untuk penyelenggaraan event kita selanjutnya, karena kita banyak mendatangkan buyers dan exhibitor dari luar negeri," kata Hosea.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menparekraf Ungkap Kerugian Pembatalan Pameran Offline Tahun 2020 Tembus Rp 18 Triliun

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved