Breaking News:

Berita Tabanan

Pertahankan Predikat Lumbung Pangan, Dewan Tabanan Bali Minta Stop Alih Fungsi Lahan Jadi Beton

pemerintah diminta komitmen untuk mempertahankan predikat Kabupaten Tabanan sebagai Lumbung Pangan Bali di tengah fenomena alih fungsi lahan yang ting

Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Ketua Fraksi Partai Golkar Tabanan, I Made Asta Darma saat memberikan keterangan terkait pemanfaatan lahan untuk pemukiman di Kantor DPRD Tabanan, Kamis 8 April 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Gabungan Komisi DPRD Tabanan melakukan pembahasan rencana awal RPJMD SB (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana) periode 2021-2026 yang disodorkan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama eksekutif Tabanan di Ruang Rapat Utama Kantor DPRD Tabanan, Kamis 8 April 2021.

Dalam pembahasaan tersebut, kalangan dewan dari Fraksi Golkar pun juga memiliki catatan tersendiri.

Salah satunya adalah pemerintah diminta komitmen untuk mempertahankan predikat Kabupaten Tabanan sebagai Lumbung Pangan Bali di tengah fenomena alih fungsi lahan yang tinggi.

Ketua Fraksi Partai Golkar Tabanan, I Made Asta Darma menyatakan, kebutuhan lahan pemukiman yang terus meningkat menyebabkan fenomena alih fungsi lahan terus terjadi.

Sehingga, hal ini menjadi sangat penting untuk terus diingatkan kepada Pemkab Tabanan.

Gubernur Koster Serahkan Bantuan kepada 12 Kelompok Penerima Lumbung Pangan

17 Lumbung Pangan Masyarakat di Buleleng Bakal Diberi Dana Stimulan, Segini Besarannya

Sebab, segalanya seperti proses perizinan, pembebasan lahan, perubahan aspek dari peraturan daerah terkait dengan pemukiman menjadi ranah Pemkab Tabanan selaku eksekutif.

"Kami inginkan eksekutif betul-betul komitmen. Karena eksekutif sudah merencanakan. Jangan sampai ini diingkari," tegas Asta Dharma saat memberikan keterangan terkait alih fungsi lahan di Tabanan, Kamis 8 April 2021. 

"Kalau semua sepakat, stop dulu pembebasan lahan (produktif untuk pemukiman). Karena ini sudah sangat memprihatinkan. Di Kecamatan Kerambitan contohnya seperti di Batuaji dan Mandung. Di Kecamatan Tabanan seperti Denbantas dan Wanasari. Kami takutkan justru saluran irigasi terpotong semua," ungkapnya. 

Disinggung mengenai solusi yang cocok agar lahan hijau tak terus tergerus menjadi beton, dia menegaskan saalah satu solusinya adalah Pemkab Tabanan harus berani membangun LC (Land Concolidation) dengan memanfaatkan lahan yang sudah tidak produktif.

Selain itu, dari sisi tata ruang, pembangunan rumahnya dilakukan secara vertikal artinya tidak meluas sshingga tak perlu menggunakan lahan yang luas. 

"Artinya ketika membuat perumahan, bangunannya dinaikkan sampai lantai tiga. Seperti rumah susun. Tetapi hak pemilik tetap ditandai dengan surat-surat hak milik. Itu sebagai salah satu solusi," jelasnya. 

"Kami pertegas jangan sampai di eksekutif sudah merencanakan, tapi mengingkari pembebasan lahan tersebut," sentilnya. 

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved