Breaking News:

Warga Negara Perancis di Bali Ini Dijatuhi Hukuman 8 Tahun Penjara Setelah Cabuli Anak Rekannya 

Emannuel Alain Pascal Maillet (53) dijatuhi hukuman 8 tahun penjara, dan denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan oleh majelis hakim.

Istimewa
Warga Negara Perancis di Bali Ini Dijatuhi Hukuman 8 Tahun Penjara Setelah Cabuli Anak Rekannya  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Emannuel Alain Pascal Maillet (53) dijatuhi hukuman 8 tahun penjara, dan denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan oleh majelis hakim.

Terdakwa Warga Negara Asing (WNA) Perancis ini dinyatakan bersalah melakukan pencabulan atau paedofil terhadap anak rekannya yang masih di bawah umur.

Amar putusan dibacakan majelis hakim pimpinan Hakim Heriyanti dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Putusan majelis hakim turun dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, JPU melayangkan tuntutan pidana penjara selama 12 tahun, dan denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan terhadap Emannuel Alain. 

Terhadap putusan itu, baik terdakwa melalui tim penasihat hukumnya dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih pikir-pikir.

"Pihak terdakwa dan pihak JPU masih pikir-pikir atas putusan itu," terang Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasi Penkum dan Humas) Kejati Bali, A Luga Harlianto, Rabu, 7 April 2021.

Dalam amar putusannya, terdakwa dinyatakan telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E UU RI No.17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah No.1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

Diketahui, bahwa terdakwa diduga melakukan pencabulan terhadap anak korban inisial WN sejak tahun 2017.

Dalam kurun waktu 2017 hingga dilaporkan, terdakwa telah melakukan pencabulan sebanyak 10 kali terhadap anak korban.

Perbuatan cabul dilakukan terdakwa di rumahnya di kawasan Badung berawal saat anak korban menginap. Anak korban sendiri merupakan sahabat dari anak terdakwa. Terdakwa melakukan pencabulan dengan cara mengajak anak korban ke kamarnya. Untuk melancarkan aksi bejatnya, terdakwa menjanjikan hadiah kepada anak korban.

Selain itu, terdakwa juga mengancam anak korban agar merahasiakan perbuatan itu. Jika tidak, anak korban tidak akan diizinkan datang ke rumah terdakwa untuk bertemu dan bermain dengan sahabatnya (anak terdakwa).

Dengan kejadian itu, bapak anak korban melaporkan perbuatan terdakwa ke Polda Bali

Akibat dari perbuatan terdakwa, anak korban merasa takut serta mengalami kesakitan pada bagian vitalnya.  

Selain itu anak korban pun mengalami perubahan perilaku, menjadi pendiam, suka menyendiri dan tidak mau bergaul dengan temannya. (can)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved