Breaking News:

Berita Bangli

Kondisi Masyarakat Sulit di Masa Pandemi, Sejumlah Dadia di Kubu Bangli Putuskan Tak Mepatung Babi

Melambungnya harga babi di tengah pandemi Covid-19 ini membuat masyarakat berpikir dua kali untuk membeli daging babi untuk Hari Raya Galungan.

Istimewa
Petugas Dinas PKP Ketika melakukan pengecekan babi di salah satu peternakan di wilayah Bangli belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Ketersediaan babi di Kabupaten Bangli, Bali, jelang hari Raya Galungan dan Kuningan yang diklaim aman, nyatanya berbanding terbalik dengan daya beli masyarakat.

Melambungnya harga babi di tengah pandemi Covid-19 ini membuat masyarakat berpikir dua kali untuk membeli daging babi.

Hal ini diungkapkan Nyoman Rudiarka, Jumat (9/4). Pria yang juga Jero Kelih Dadia Dalem Tarukan, Kubu, Bangli, itu mengatakan pandemi Covid-19 yang merebak sejak setahun terakhir, tidak dipungkiri membuat daya beli masyarakat menurun.

Alhasil jumlah babi yang dipotong untuk Hari Raya Galungan kali ini juga berkurang.

Galungan nanti jatuh pada Rabu 14 April 2021. Dan kegiatan mepatung dilaksanakan sehari sebelumnya yakni saat Penampahan Galungan.

“Kalau sebelumnya rutin, tiap Galungan Dadia Dalem Tarukan nampah (potong) tiga ekor babi. Sekarang hanya dua ekor saja,” ucapnya, Jumat 9 April 2021.

Rudiarka mengatakan, pembelian babi di Dadia Dalem Tarukan memang dilakukan dengan cara urunan atau mepatung.

Namun karena kondisi pandemi Covid-19 setahun terakhir, serta banyaknya anggota dadia yang bekerja di bidang pariwisata, menyebabkan daya beli masyarakat menurun.

Baca Juga: Harga Daging Babi Mahal, Beberapa Warga di Klungkung Pilih Tidak Ikut Mepatung

Baca Juga: Penyebab Stok Babi Kurang di Bali Jelang Galungan, GUPBI: Ada Peternak Kirim ke Luar 

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Komang Agus Ruspawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved