Breaking News:

Masjid  Istiqlal Jakarta Dibuka Kembali untuk Ibadah Hanya untuk Dua Ribu Jemaah

Selama pandemi Covid-19, Masjid Istiqlal tidak menggelar ibadah. Bersamaan dengan itu, Istiqlal juga melakukan renovasi besar.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Penampakan Masjid Istiqlal Jakarta setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar saat diabadikan Senin 22 Februari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menyambut bulan suci Ramadan, Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, membuka kembali kegiatan ibadah untuk masyarakat umum.

Pembukaan kegiatan ibadah ditandai salat Jumat 9 April 2021.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar mengatakan, jemaah dibatasi hanya 2.000 orang atau 30 persen dari kapasitas ruang utama masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

"Alhamdulillah, tadi keputusan rapat kita Istiqal sudah mulai dibuka pada bulan suci Ramadan, tetapi masih sangat terbatas. Jadi kita akan buka sampai 2.000 orang atau 30 persen dari ruang utama karena kita tidak pakai koridor," kata Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal.

Baca juga: Imam Besar Masjid Istiqlal Sebut Kalau Ada yang Bilang Covid-19 Tidak Ada, Pembodohan Publik

Baca juga: Bintang Fenerbache Mesut Oezil Unggah Foto Diri dengan Latar Masjid Istiqlal Jakarta

Selama pandemi Covid-19, Masjid Istiqlal tidak menggelar ibadah. Bersamaan dengan itu, Istiqlal juga melakukan renovasi besar.

Setelah pembangunan renovasi rampung, Masjid Istiqlal kini kembali dibolehkan untuk masyarakat beribadah pada bulan Ramadan.

Penampakan Masjid Istiqlal Jakarta setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar saat diabadikan Senin 22 Februari 2021.
Penampakan Masjid Istiqlal Jakarta setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar saat diabadikan Senin 22 Februari 2021. (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

Keputusan n ini, kata Nasaruddin, berdasarkan sejumlah simulasi dan berbagai kesiapan antisipasi yang diterapkan pihak Masjid Istiqlal.

Di antaranya jarak antar jemaah diatur dengan gap 2,5 meter, pada tempat wudhu juga disediakan hand sanitizer dan sabun.

Pada area tempat wudhu, pihak Masjid Istiqlal melakukan pengawasan khusus untuk menghindari adanya penumpukan orang.

"Kami sudah mengatur jarak 2,5 meter di antara satu jemaat dengan jemaat yang lain, kemudian hand sanitizer, sabun di tempat - tempat wudhu, kemudian tempat wudhunya juga kami kontrol, tidak boleh berkerumun," jelas Nasaruddin.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved