Breaking News:

Mau Berkunjung ke Bali, Dispar Beri Syarat Ini Bagi Para Wisatawan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terus mempersiapkan diri menghadapi dibukanya pariwisata bagi wisawatan mancanegara (wisman). 

Penulis: Ragil Armando | Editor: M. Firdian Sani
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana Pantai Kuta yang mulai ramai dipadati wisatawan, Minggu (27/12/2020) sore. 

TRIBUN-BALI, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terus mempersiapkan diri menghadapi dibukanya pariwisata bagi wisawatan mancanegara (wisman). 

Seperti diketahui, pemerintah sendiri merencanakan untuk membuka pariwisata bagi wisman pada Juli 2021.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali, Putu Astawa mengatakan ada beberapa persyaratan bagi para wisatawan untuk masuk berwisata ke Bali

Selain bukti telah menjalani vaksinasi Covid-19 dan menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, para wisatawan juga diwajibkan mengikuti karantina selama 5 hari di hotel yang telah memiliki sertifikat CHSE. 

Baca juga: 5 Titik Penyekatan Mudik Lebaran di Bali, Nekat Terobos Siap-Siap Putar Balik, Berlaku 6-17 Mei 2021

Ia juga menjelaskan bahwa untuk biaya karantina tersebut nantinya bakal ditanggung oleh wisatawan sendiri. 

Astawa juga mengaku bahwa penerapan aturan tersebut sebagai langkah yang masuk akal dilakukan sebagai pencegahan penyebaran virus Covid-19. 

"Di masa pandemi, sementara ini setiap warga negara asing yang masuk ke Indonesia wajib dikarantina. Karantina ini konsekuensi logis dari yang bersangkutan untuk menanggung biayanya sendiri. Bukan dibiayai oleh pemerintah, karena sudah sesuai dengan travel arrangent dari masing-masing negara. Model aturan bisnis ini sudah diketahui masing-masing," jelas Putu Astawa, Jumat 9 April 2021.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa aturan ini sendiri menurutnya merupakan bagian dari penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal. 

Terkait Destinasi Wisata Berbasis Kesehatan, Diskes Badung Sebut Ada 3 Rumah Sakit yang Disiapkan

Ini dikarenakan model aturan sebelum pandemi tidak bisa diterapkan di masa pandemi Covid-19. 

Ia mengakui bahwa penerapan aturan ini membuat biaya akomodasi para wisatawan menjadi membengkak. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved