Breaking News:

Menjadi Yatim Piatu di Usia yang Masih Kecil, Ketut Pait Hanya Ingat Pesan Almarhum Orangtua

Prestasi yang didapatkan Ketut ini tidak terlepas dari motivasi orangtuanya sebelum meninggal dan kakaknya, Ni Komang Desi.

FB Komunitas Peduli Bali
Ketut Pait bersama adiknya saat makan disekitar rumahnya. Bocah yatim piatu ini hidup serba kekurangan. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Kisah Ketut Pait viral di media sosial dan banyak mendapat respons dari warganet.

Ketut Pait sendiri adalah bocah berusia 13 Tahun asal Banjar Muntigunung Tengah, Tianyar Barat, Kubu, Karangasem, Bali ini kini duduk di bangku kelas III sekolah dasar.

Ketut Pait merupakan bocah yatim piatu ini belajar di SD Fillial yang jaraknya 1 kilometer dari rumah.

Ia  selalu menempuh perjalanan ke sekolah tersebut jalan kaki bersama rekannya. 

Anak ketiga dari pasangan Wayan Sri Alih dan Ni Ketut Sri Alih adalah anak yang berprestasi.

Ia sering mendapat peringkat pertama di kelasnya.

Prestasi yang didapatkan Ketut ini tidak terlepas dari motivasi orangtuanya sebelum meninggal dan kakaknya, Ni Komang Desi.

Sehingga semangatnya belajar hingga kini tertanam.

"Ingat pesan almarhum orang tua. Saya harus rajin belajar. Kekurangan jangan dijadikan alasan untuk malas - malasan. Harus rajin, giat, serta bisa membanggakan orang tua (berprestasi). Pesan ini saya ingat," kata Ketut Pait menggunakan Bahasa Bali.

Pesan itu membuat Ketut Pait semangat belajar.

Halaman
1234
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved