Breaking News:

Profil Pasukan TNI 'Kala Hitam' yang 10 Bulan Bertugas di Papua, Ini Sejarahnya 

Lahirnya Yonif 312/Kala Hitam bermula dari hijrahnya pasukan Siliwangi ke Yogyakarta yang pada saat itu revolusi fisik sedang berkecamuk

NET
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Pasukan TNI Kala Hitam atau Batalion Infanteri 312/Kala Hitam pernah digempur KKB Papua.

450 prajurit Yonif 312/Kala Hitam akhirnya pulang setelah sekitar 10 bulan bertugas di Papua, 

Pasukan ini berangkat dengan KRI Tanjung Kambani 971 dan turun di Dermaga Penumpang 106, Pelindo, Jakarta Utara pada Selasa (6/4/2021).

Melansir dari Wikipedia, Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam atau Yonif 312/Kala Hitam merupakan batalyon infanteri dibawah komando Brigif 15/Kijang II, Kodam III/Siliwangi.

Baca juga: Promo KFC Super Murah 9-30 April 2021, 5-9 Potong Ayam Mulai Rp 59 Ribuan

Markas Yonif 312/Kala Hitam di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Lahirnya Yonif 312/Kala Hitam bermula dari hijrahnya pasukan Siliwangi ke Yogyakarta yang pada saat itu revolusi fisik sedang berkecamuk di negara Republik Indonesia.

Saat itu tepatnya pada tanggal 30 Maret 1948 Mayor Inf Kemal Idris di perintahkan untuk membentuk sebuah Batalyon dengan nama Batalyon II Brigade XII KRU “ Z “ sekaligus beliau ditetapkan sebagai Komandan Batalyon yang pertama.

Selanjutnya pada tanggal 24 Agustus 1948, tepatnya di Delanggu, Jawa Tengah diadakan rapat penentuan sebutan / nama Batalyon dan akhirnya pada tanggal 25 Agustus 1948 disepakati nama Batalyon II Brigade XII KRU “ Z “ menjadi Batalyon “Kala Jengking “ yang kemudian diganti dengan “ Kala Hitam ” .

Hingga sekarang tanggal 25 Agustus diperingati sebagai hari lahirnya Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam.

Awalnya adalah batalyon yang anggotanya merupakan satuan gabungan dari:

- Bekas anggota Batalyon Infanteri XX KNIL
- Satu Kompi Brigade C/TNI dipimpinan Letnan I Abuamar
- Satu Kompi Depot Batalyon pimpinan Letnan II Sumarli
- Satu Kompi ex Batalyon 322/C pimpinan Letnan I Kadarusno

Diketahui, Yonif 312/Kala Hitam baru saja purna tugas dalam Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI – Papua Nugini sektor utara.

Kurang lebih selama 10 bulan Yonif 312/Kala Hitam bertugas di Papua, mereka bahkan pernah diserang KKB Papua.

Dalam debarkasi tersebut, KRI Tanjung Kambani 971 menurunkan 450 prajurit Yonif 312/Kala Hitam beserta perlengkapan dan kendaraan taktis serta peralatan satgas lainnya.

Selama lintas laut dari Jayapura menuju Jakarta, KRI Tanjung Kambani 971 tidak menemui kendala.

Cuaca mendukung dan selama pelayaran dilaksanakan latihan peran untuk memelihara dan meningkatkan kecakapan serta keterampilan Prajurit KRI sesuai bidang.

Setelah debarkasi, KRI Tanjung Kambani 971 sandar di Dermaga JICT menunggu perintah operasi selanjutnya.

Sempat Digempur KKB Papua

Diberitakan sebelumnya, pasukan TNI 'Kala hitam' sempat digempur oleh KKB Papua.

Pada bulan Oktober 2020 lalu, sebanyak tiga anggota TNI menjadi korban penembakan anggota KKB Papua ketika melakukan patroli di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Penembakan 3 Prajurit TNI di Pegunungan Bintang Dilakukan KKB Pimpinan Lamek Taplo'

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan III) Kolonel Czi IGN Suriastawa menyatakan bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh anggota KKB Papua pimpinan Lamek Taplo.

"Penembakan tersebut dilakukan oleh gerombolan KKB Papua dari kelompok Lamek Taplo yang diperkirakan berjumlah 10 orang dengan menggunakan senjata laras panjang," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Para korban penembakan merupakan prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) dari Batalyon Infantri (Yonif) 312/Kala Hitam.

Suriastawa menyebut, penyerangan terjadi pada pukul 09.30 setelah para personel TNI tersebut melewati jembatan dan berada dalam posisi menanjak.

Ketiga korban saat ini sudah berada di RSUD Oksibil dan kondisinya stabil.

Ketiga korban segera dievakuasi ke Jayapura untuk menjalani perawatan di RS Marthen Indey.

"Saat ini korban luka tembak dari personel TNI telah dievakuasi menuju RSUD Oksibil, selanjutnya akan dilaksanakan evakuasi ke RSMI Jayapura untuk melaksanakan rontgen menggunakan pesawat Trigana Air,” kata dia.

Pasca-pengadangan dan penembakan tersebut, TNI terus melakukan pengejaran dan penyisiran di wilayah sekitar lokasi kejadian untuk menangkap para pelaku. (*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Profil Pasukan TNI 'Kala Hitam' yang Pernah Digempur KKB Papua, Pulang Setelah 10 Bulan Bertugas

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved