Breaking News:

Berita Badung

Badung Kekurangan Rombel, Ratusan Lulusan di 3 Kecamatan Terancam Tak Tertampung di SMP Negeri

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2021/2022 di Kabupaten Badung kekurangan rombongan belajar (Rombel).

I Komang Agus Aryanta/Tribun Bali
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikpora Badung I Made Mandi - Badung Kekurangan Rombel, Ratusan Lulusan di 3 Kecamatan Terancam Tak Tertampung di SMP Negeri 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2021/2022 di Kabupaten Badung kekurangan rombongan belajar (Rombel).

Kendati demikian, jika dilihat dari keseluruhan, jumlah ombel yang tersedia melebihi dari jumlah siswa Sekolah Dasar (SD) yang akan lulus.

Namun sebaran Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang tidak merata mengakibatkan ratusan lulusan di tiga kecamatan tidak tertampung di SMPN.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Badung, Made Mandi saat dikonfirmasi Jumat 9 April 2021 tak menampik perihal tersebut.

Baca juga: Pasca Ditimpa Kayu Saat Cuaca Ekstrim, Atap di SD No 2 Sempidi Badung Mulai Diperbaiki

Baca juga: Jelang Galungan 2021, Penjual Hiasan Penjor di Kapal Badung Bali Mulai Diserbu Warga

Namun, Sekretaris Disdikpora ini mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan perangkat desa setempat perihal masalah tersebut.  

"Kalau dilihat dari zona, Itu pasti akan terjadi (protes -red). Tapi kami komunikasikan ke temen-temen di perangkat desa, karena kemungkinan tidak tertampung akibat tidak meratanya sekolah," ujarnya.

Menurutnya, tiga kecamatan yang diperkirakan akan mengalami kendala dalam PPDB 2021 adalah Kecamatan Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan.

Sementara, Kecamatan Petang, Abiansemal, dan Mengwi diperkirakan tidak terjadi masalah lantaran jumlah lulusan dan Rombel yang tersedia memadai.

"Seperti Petang daya tampungnya melebihi, bahkan kurang siswa. Abiansemal astungkara oke, Mengwi setelah dipetakan juga oke, mulai dari Kuta Utara, Kuta Kuta Selatan memang kelebihan siswa kalau bicara sekolah negeri," jelasnya.

Kendati demikian, Mandi mengharapkan masyarakat dapat memahami kondisi sebaran sekolah yang tidak merata. Sehingga menyiapkan pilihan untuk melanjutkan pendidikan di SMP Swasta.

Baca juga: Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19, Budidaya Ikan Lele di Badung Bali Tetap Bisa Panen Raya

Baca juga: Kembali Edarkan Sabu & Ekstasi, Lalu Ditangkap di Hotel Daerah Badung, Aldino Terancam Bui 20 Tahun

Lebih lanjut dijelaskan, memang secara keseluruhan daya tampung di Badung melebihi dari peserta didik, tetapi itu harus termasuk negeri dan swasta.

Jika berbicara sekolah negeri saja, belum bisa mengakomodasi seluruh tamatan siswa SD tahun ini.

"Yang jelas kita di Badung kan punya sekolah swasta. Harapan kita anak-anak yang tidak ditampung negeri dapat ke sekolah swasta, toh kurikulumnya sama, tanaga pendidiknya sama kualifikasinya," harapnya.

Terkait mekanisme PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022, kata Made Mandi tidak jauh berbeda dari tahun ajaran sebelumnya, yakni menggunakan sistem daring atau online, yakni dengan pilihan jalur zonasi umum, jalur afirmasi, jalur perpindahan, jalur disabilitas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Badung
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved