Breaking News:

Pengguna Obat Herbal Makin Tinggi, Prof Gelgel: Punya Anjuran Konsumsi Layaknya Obat Kimia

Saat ini obat-obatan herbal yang terbuat dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan mulai mengalami pertumbuhan.

kompas.com
Ilustrasi obat herbal - Pengguna Obat Herbal Makin Tinggi, Prof Gelgel: Punya Anjuran Konsumsi Layaknya Obat Kimia 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Saat ini obat-obatan herbal yang terbuat dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan mulai mengalami pertumbuhan.

Obat-obatan dalam bentuk herbal saat ini dalam bentuk jamu, teh, kapsul ataupun dalam bentuk lainnya. 

Meskipun diklaim aman karena terbuat dari tumbuh-tumbuhan, namun menurut Guru Besar Universitas Udayana, Prof I Made Agus Gelgel Wirasuta, obat-obatan herbal juga memiliki anjuran konsumsi layaknya obat kimia. 

"Karena jika tidak dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan, maka obat herbal juga bisa mengakibatkan efek samping pada kondisi kesehatan manusia," ungkapnya pada, Sabtu 10 April 2021. 

Baca juga: Inovasi Sirup Sambiloto dari Vision Bali Herbal, Bantu Pasien Covid-19 Atasi Batuk dan Sesak Napas

Baca juga: Cerita Jung Kumis Produksi Obat dan Hand Sanitizer Berbahan Dasar Herbal, Banyak Diburu Saat Pandemi

Baca juga: 6 Obat Herbal Bagi Penderita Diabetes Melitus atau Kencing Manis yang Bisa Diracik Sendiri

Untuk bisa mengkonsumsi obat herbal secara aman, Prof. Gelgel menyebut perlu memperhatikan petunjuk dan dosis yang tertera pada kemasan obat herbal tersebut.

Selain itu, perlu juga memastikan obat herbal tersebut sudah terdaftar di BPOM RI.

Untuk mengonsumsinya, dilanjutkan Prof Gelgel, tidak semua bisa mengkonsumsi obat herbal dengan bebas, karena orang-orang dengan kondisi medis tertentu orang yang akan menjalani operasi, ibu hamil dan menyusui, orang dengan gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, atau penyakit autoimun. 

Baca juga: Pernah Jadi Obat Herbal Paling Dicari, Desa Saba Ingin Budidayakan Kembali Kunyit Bonbiu

Baca juga: Ini Sejumlah Minuman Herbal Cocok untuk Diet yang Bisa Anda Coba

Selain itu, obat herbal tidak bisa dikonsumsi bersama obat-obatan tertentu, seperti obat penurun tekanan darah, obat pengencer darah, dan obat untuk diabetes.

"Ini karena dapat menimbulkan interaksi obat dan efek samping yang serius," paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, hampir semua tanaman yang digunakan sebagai obat herbal memiliki efek antioksidan.

Karena tingginya kandungan antioksidan yang cukup tinggi, obat herbal sering dikonsumsi untuk memelihara kesehatan dan mengurangi risiko terjadinya berbagai penyakit, seperti kanker, demensia, diabetes, dan aterosklerosis.

Namun, ada juga obat herbal yang memiliki sifat antiradang, antibakteri, antijamur, dan antinyeri.

Itulah sebabnya, obat herbal juga sering digunakan untuk mengatasi demam dan nyeri karena peradangan atau infeksi. 

"Meski demikian, data mengenai efektivitas obat herbal untuk pengobatan penyakit masih sangat terbatas," tambahnya. (*) 

Berita lainnya di Berita Kesehatan

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved