Breaking News:

Berita Bangli

Tunggakan BPJS Peserta Mandiri di Bangli Bali Mencapai Rp 9 Miliar

besarnya tunggakan peserta mandiri di Bangli mencapai Rp. 9,9 miliar lebih. Tunggakan tersebut rata-rata dialami oleh peserta kelas III.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kepala BPJS Klungkung, Endang Triana Simajuntak 

TRIBUN-BALI, BANGLI – Tunggakan premi BPJS kesehatan bagi peserta mandiri mengalami peningkatan sejak Pandemi Covid-19.

Berdasarkan data terbaru, besarnya tunggakan peserta mandiri di Bangli mencapai Rp. 9,9 miliar lebih. Tunggakan tersebut rata-rata dialami oleh peserta kelas III.

Sesuai data yang dihimpun per Maret 2021, dari total jumlah peserta mandiri sebanyak 24.563 orang, 23.483 orang diantaranya menunggak pembayaran premi.

Diantaranya 2.279 peserta kelas I, 4.857 peserta kelas II, dan 16.347 peserta kelas III.

Menurut Kepala BPJS Cabang Klungkung, Endang Triana Simajuntak, masa tunggakan peserta mandiri bervariatif.

Sebab, peserta mandiri dikatakan menunggak apabila ia tidak melakukan pembayaran satu bulan.

Gandeng Kejari Denpasar, BPJS Kesehatan Optimalkan Kepesertaan JKN-KIS Bagi Pekerja

BPJS Kesehatan Singaraja Lanjutkan Sinergi dengan Kejaksaan Negeri Jembrana

“Jadi bisa saja tiga bulan, bisa enam bulan, ataupun 12 bulan,” ujarnya Jumat 9 April 2021.

Endang mencontohkan, ada seseorang yang menjadi peserta pada tahun 2014, dikarenakan butuh untuk perawatan.

Namun setelah sembuh, ia tidak melakukan pembayaran iuran sampai 2021.

“Itu kan sudah tujuh tahun. Namun ketika kartu tersebut akan digunakan kembali, maka pemerintah pusat hanya mewajibkan yang bersangkutan melunasi (tunggakan) dua tahun saja, sesuai iuran terbaru dan kelasnya,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved