Breaking News:

Berita Buleleng

Kasus Kematian Ketut Mintaning di Buleleng Bali Masih Misterius

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, secara resmi, hasil autopsi jenazah Ketut Mintaning belum diterima

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya - Kasus Kematian Ketut Mintaning di Buleleng Bali Masih Misterius 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dua minggu sudah, kasus kematian Ketut Mintaning, warga yang tinggal di Jalan Pulau Natuna, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, Bali, terjadi.

Namun hingga saat ini penyebab kematian korban masih misterius, lantaran polisi belum menerima hasil autopsi dari Tim Forensik RSUD Buleleng.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, secara resmi, hasil autopsi jenazah Ketut Mintaning belum diterima oleh penyidik, sehingga penyebab kematian wanita berusia 66 tahun itu belum dapat diketahui.

Namun jika melihat dari hasil visum luar, ditemukan adanya luka di bagian kepala belakang korban.

Baca juga: TERKINI, Tim Labfor Polda Bali Lakukan Olah TKP di Kediaman Ketut Mintaning

Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Mintaning oleh Keponakannya, Curiga lalu Masuk Rumah dengan Panjat Pagar

Baca juga: BREAKING NEWS: Ketut Mintaning Ditemukan Tewas di Depan Kamar, Mulutnya Disumpal Kain

"Luka di bagian belakang kepalanya itu belum bisa dipastikan apakah berasal dari kekerasan atau bagaimana. Jadi penyidik masih menunggu hasil autopsinya. Secara lisan sih penyidik sudah meminta kepada RSUD agar hasilnya bisa cepat keluar, sehingga memudahkan penyidik untuk melakukan penyelidikan," terangnya.

Selain menunggu hasil autopsi, kata Iptu Sumarjaya, penyidik juga sudah memeriksa 20 orang saksi, yang terdiri dari keluarga korban, serta warga yang tinggal di sekitar TKP.

Dari pemeriksaan itu, Sumarjaya menyebut, belum ada keterangan yang mengarah kepada orang yang diduga bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Sementara, terkait barang bukti yang diamankan, kata Sumarjaya, adalah ponsel milik korban.

Ponsel tersebut saat ini sedang diperiksa di Lab Polda Bali, untuk mencari tahu kepada siapa saja korban berinteraksi, sebelum ditemukan tewas dengan kondisi tangan terikat serta mulut tersumpal kain, di depan pintu kamarnya.

"Yang jelas korban meninggal tidak wajar. Namun apa penyebab kematiannya, belum diketahui, karena hasil autopsinya belum diterima oleh penyidik. Jenazah korban sudah diambil oleh pihak keluarga di RSUD Buleleng pada Senin (5 April 2021) lalu, dan sudah dikremasi. Sementara terkait dugaan korban dirampok, belum bisa diketahui karena semasa hidup korban tinggal sendirian, tidak menikah. Jadi tidak ada yang tahu apakah ada barang-barang berharga milik korban yang hilang saat kejadian, atau tidak. Namun demikian, penyidik tetap bekerja untuk mengungkap kasus ini," tutupnya.

Halaman
1234
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved