Lebaran

Polisi Bandel yang Loloskan Pemudik Diancam Hukuman Kurungan Dua Kali Lipat

Istiono mengancam akan menjatuhkan hukuman berlipat ganda bagi personel yang bandel meloloskan pemudik.

Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono saat meninjau pelaksanaan Swab Antigen Gratis di Kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali, pada Sabtu 26 Desember 2020.. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Istiono mewanti-wanti anggotanya yang diberikan amanat menjaga pos penyekatan pelarangan mudik untuk tidak macam-macam atau sengaja me loloskan pemudik ke kampung halaman.

Istiono mengancam akan menjatuhkan hukuman berlipat ganda bagi personel yang bandel me loloskan pemudik.

”Kalau bandel pasti ada sanksi. Apalagi bandel waktu operasi. Saya pastikan sanksi dua kali lipat. Kalau dikurung 21 hari, ditambah 21 hari lagi. Saya pastikan itu hukumannya dua kali lipat,” kata Istiono di Satpas Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa 13 April 2021.

Baca juga: JADWAL Cuti Bersama ASN 2021 dan Sanksi Jika Nekat Mudik Lebaran 6 - 17 Mei

Baca juga: Ini Daftar Kendaraan yang Boleh Melintas Saat Mudik Lebaran 2021

Istiono mengingatkan tidak boleh ada satupun personel yang melanggar SOP yang telah ditetapkan oleh pemerintah terkait larangan mudik lebaran.

”Pada waktu operasi anggota tidak ada yang melakukan perkara apalagi main-main dalam situasi seperti ini. Semua harus taat aturan SOP," tegasnya.

Korps Lalu Lintas Polri menerjunkan 166.734 personel gabungan untuk melakukan pengamanan selama larangan libur mudik lebaran 2021 mendatang.

"Disiapkan total 166.734 personel gabungan dari Mabes Polri, Polda Jajaran, dan instansi terkait," kata Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Rudy Antariksawan kepada wartawan, Jumat 9 April 2021.

Baca juga: Sanksi Khusus Ini Diberikan kepada Travel Gelap yang Angkut Pemudik

Dia menuturkan nantinya personel tersebut akan disebar di 333 titik posko penyekatan yang disiapkan di jalur perbatasan keluar daerah dari Lampung hingga Bali. Rinciannya, personel Mabes Polri yang akan dilibatkan sebanyak 834 anggota yang berisikan 53 orang pimpinan dan staf.

Kemudian di Polda jajaran kewilayahan disiagakan 93.336 personel. Sementara, 72.564 personel lainnya terdiri dari instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Pramuka, Linmas, Jasa Raharja, Basarnas, dan lainnya.

Dengan banyaknya personel yang disiapkan, Istiono menjamin tidak satu pun pemudik yang bisa melewati 333 titik penyekatan pelarangan mudik lebaran yang dibentuk aparat kepolisian.

Bahkan, kata Istiono, jalur-jalur tikus di daerah perbatasan juga telah dideteksi dan dipetakan oleh aparat kepolisian. ”Mudik sudah kita siapkan 333 titik. Saya jamin tidak akan ada yang bisa lolos dan menerobos. Jalan tikus, mau jalan tikus yang lebih kecil sekalipun kita akan hadapi," kata Istiono.

Istiono menerangkan pihaknya juga telah membentuk posko penyekatan dari Jakarta yang menuju Sumatera maupun Jakarta menuju Jawa.

"Pos-pos penyekatan sudah kita bangun dan mulai besok kita sudah mulai supervisi. Kita tempatkan titiknya di mana. Karena tujuan yang paling banyak ini adalah ke Jawa Tengah, khususnya di daerah Purwokerto, di daerah Tanjung Mas. Nah, akan kita survei besok. Jalurnya mana, karena jalur tikus ini cukup banyak," ujar dia.

Istiono menambahkan pihaknya juga mengantisipasi 4 jalur yang berasal dari Jakarta dan Jawa Barat yang biasa dilalui para pemudik, yakni Jalur Utara, Jalur Tengah, hingga Jalur Selatan yang paling banyak jalur tikus.

"Termasuk Jawa Tengah itu akan kita saring lagi. Kalau Polres dan Polsek harus menyekat semua. Ini tidak main-main penyebaran Covid ini jangan main-main. Untuk itu kita perketat," tukas dia.(tribun network/igm/dod)

Ikuti berita terkait Mudik Lebaran

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved