Ternyata Tidur Siang saat Puasa Mampu Mengurangi Rasa Lapar dan Stres
Ibadah puasa telah dimulai Selasa 13 April 2021. Manusiawi jika dalam menjalankan ibadah puasa, tubuh akan terasa mudah lelah
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur berisiko terkena penyakit jantung dibanding dengan seseorang yang cukup tidur.
5. Mengurangi stres
Saat mengantuk, kadar hormon kortisol akan naik.
Hormon ini berfungsi untuk mengatur respon tubuh terhadap hal yang menegangkan, termasuk stres.
Jadi, saat kadar kortisol meningkat, stres yang dirasakan juga semakin besar.
Banyak kerugian yang didapatkan pada tubuh saat kita stres, salah satunya menjadi lebih mudah jatuh sakit.
Tidur siang membantu tubuh untuk menurunkan kadar kortisol dan menurunkan tekanan darah.
Sehingga dapat membantu mengurangi stres.
6. Memperkuat daya ingat dan menjaga fokus
Tidur siang memengaruhi kemampuan kognitif manusia.
Selama tidur, area otak yang berfungsi untuk menyimpan memori akan diaktifkan kembali.
Aktivitas saraf yang terjadi saat tidur tersebut memperkuat kemampuan daya ingat dalam jangka panjang.
Kita akan lebih mudah untuk memahami dan mempelajari suatu hal sekaligus mengingatnya.
7. Meningkatkan mood
Kurang tidur selama puasa membuat hormon neuroendokrin di dalam tubuh menjadi tidak seimbang.
Kita menjadi lebih mudah lelah dan marah.
Tidur siang juga dapat membantu menyetabilkan hormon neuroendokrin.
(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul 7 Manfaat Tidur Siang saat Puasa, Mengurangi Rasa Lapar Hingga Stres
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-ramadhan-2021-atau-ramadan-1442-h.jpg)