Ramadhan 2021

Cerita Awal Mula Kampung Muslim di Bali: Dari Pelaut Bugis Sebut Serangan & Sosok Pangeran Isa Rappe

Kampung Bugis Serangan pada awalnya tidak ditempati untuk tinggal dan sama sekali tidak ada rumah di situ.

Penulis: Kambali | Editor: Kambali
istimewa/Dok Drs. H. Bagenda Ali, MM
Tradisi Ziarah kubur warga Bugis Kampung Suwung Denpasar. 

Menurut Drs. H. Bagenda Ali, MM  dalam tulisannya, kata Serangan sering disebutkan berasal dari kata “sira” dan “angen”.

Dulu, dalam pelayaran yang melelahkan dari Makassar, para pelaut itu sering singgah di Serangan untuk mencari air minum.

Setelah mereka minum, mereka akhirnya terkena pengaruh sira angen (merasa sayang atau kangen dengan Serangan), sehingga, tak sedikit dari pelaut Bugis itu memutuskan untuk menetap di Serangan.

Baca juga: Resep Kolak Kolang-kaling, Menu Takjil Buka Puasa Ramadhan yang Tinggi Serat 

Menurut sumber lain mengatakan Pulau Serangan awalnya bukan perkampungan, tetapi sebagai persinggahan atau tempat transit perahu dagang maupun perahu nelayan Bugis.

Juga untuk membersihkan dan mengambil air tawar serta memperbaiki perahunya.

Sebenarnya pemukiman aslinya adalah Kampung Muslim Suwung Denpasar di Bali daratan dan sejak awal perkampungan suku Bugis itu adalah di Kampung Suwung bukan di Serangan.

Baca juga: Ternyata Tidur Siang saat Puasa Mampu Mengurangi Rasa Lapar dan Stres

Lebih lanjut Drs. H. Bagenda Ali, MM dalam tulisannya, menurut tokoh Kampung Bugis Serangan Ahmad Sastra (keturunan pendatang awal di Serangan Pua Matoa yang dikenal dengan H. Mukmin) bahwa Kampung Bugis awal di Badung-Denpasar itu adalah Kampung Serangan.

Namun sulit dipastikan sejak kapan pemukim awal suku Bugis dan di tempat yang mana lebih dahulu antara dua tempat itu.

Termasuk peristiwa tersebut terjadi di abad XVII atau XVIII karena tidak ada bukti autentik kecuali yang tercatat di babad kerajaan Jembrana bahwa Pangeran Nakhoda Patimi berkuasa di Jembrana, wakil Raja Badung pada awal abad ke XIX yaitu pada tahun 1805-1808.

Maka bisa diperkirakan kedatangannya ke Bali yaitu pada awal abad XVIII bukan abad XVII.

Kampung Bugis Suwung Denpasar menurut cerita dari nenek moyang mereka secara turun-temurun bahwa kampung ini dibangun oleh pendatang dari kerajaan Bone Sul-sel.

Baca juga: Tidak Hanya Jasuke, Ini 8 Kudapan Manis Berbahan Dasar Jagung untuk Takjil Buka Puasa

Sosok Pengeran Isa Rappe

Sedangkan pendatang awal dan sebagai tokoh utamanya adalah Pengeran Isa Rappe.

Pangeran Isa Rappe adalah putra Raja Bone ke-29 dari silsilah Raja Bone yang bernama La Singkerru Rukka Arung Palakka (1860-1871 M).

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved