Breaking News:

Ngopi Santai

Kini Jadi Kenyataan Mendapatkan Daging Ayam Tanpa Menyembelih Ayam: 100% Ayam, 0% Pembunuhan

Singapura merupakan negara pertama dan satu-satunya di dunia yang otoritasnya, yakni Singapore Food Agency, telah menyetujui daging ayam artifisial.

Editor: Sunarko
tribunnews
ilustrasi nugget dari bahan ayam asli 

Perkembangbiakan sel-sel itu membentuk serat otot. Ketika dalam massa yang cukup besar, serat-serat ini akan membentuk seluruh jaringan otot, jadilah potongan daging --yang bentuknya bisa dikreasi/dimanipulasi atau tergantung pula pada bentuk wadahnya.

Teknik rekayasa biologi ini tak hanya memungkinkan membuat daging ayam budidaya. Apa hewan favorit anda (sapi, kambing, babi), dari sel mereka juga bisa dibuat daging budidaya dengan teknik yang sama.

Hanya perlu 14 hari bagi satu sel ayam untuk membesar menjadi daging seberat seekor ayam. Tidak perlu sampai 45 hari seperti memelihara ayam di kandang.

Baca juga: Pesan Indah dari Kisah Paket Berbungkus Kresek Hitam

Dengan satu sel induk saja bisa dihasilkan daging budidaya dalam jumlah yang tak terbatas.

Oleh para penyokongnya, daging budidaya ini disebut sebagai daging bersih, ramah lingkungan, lebih sehat, lebih efisien bahkan lebih etis. Good food atau pangan yang baik, demikian mereka melabelinya.

Pendek kata, daging budidaya diyakini akan menjadi daging masa depan oleh produsen dan para promotornya.

Menurut mereka, selain tidak berperikehewanan, daging konvensional yang dihasilkan oleh usaha/industri peternakan melalui penyembelihan, dinilai menghasilkan banyak mudarat.

Antara lain disebutkan, pelepasan metana (sampai 30%) dan karbondioksida (15%) dari usaha peternakan hewan (melalui gas yang dihasilkan hewan ternak lewat kotoran dan proses pencernaannya) telah dan sedang membahayakan lapisan atmosfer Bumi, yang berdampak pada perubahan iklim.

Intinya, ada kekhawatiran yang semakin meningkat tentang dampak konsumsi daging terhadap kelestarian planet ini. Diklaim bahwa sekitar seperempat emisi gas rumah kaca yang meningkatkan suhu di Bumi diperkirakan berasal dari usaha/industri peternakan dan pertanian.

Ada juga pelepasan gas tambahan dari pemberian pupuk ke lahan, serta dari konversi lahan untuk lapangan penggembalaan industri  peternakan dan produksi pakannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved