Breaking News:

Penyuap Edhy Prabowo Minta Dihukum Ringan, Ngaku Dihadapan Majelis Hakim Sebagai Korban

Penyuap Edhy Prabowo Minta Dihukum Ringan, Ngaku Dihadapan Majelis Hakim Sebagai Korban

Tribunnews/Irwan Rismawan
Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango didampingi Deputi Penindakan KPK, Karyoto menunjukkan tersangka beserta barang bukti pada konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait perizinan tambak usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito berharap majelis hakim memvonis dirinya dengan hukuman ringan.

Pasalnya, ia merasa tuntutan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) dalam kasus dugaan suap penetapan izin ekspor benih bening lobster atau benur sebesar 3 tahun penjara dan denda Rp200 juta sangat berat.

"Dalam kesempatan ini dengan hati yang tulus, mohon kerendahan bapak-bapak majelis hakim yang saya muliakan untuk berkenan kiranya nanti dalam memutuskan hukuman kepada sya dapat memberikan keringanan hukuman dari tuntutan penuntut umum," katanya saat menyampaikan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Jaksa Kabulkan Justice Collaborator Suharjito, Penyuap Edhy Prabowo Dituntut 3 Tahun Penjara

Kepada majelis hakim, Suharjito merasa sudah bekerja keras bersikap kooperatif, serta telah memberikan keterangan secara utuh dalam perkara ini.

"Saya korban penyalahgunaan wewenang dan jabatan penyelenggara negara," ucap Suharjito.

Selain itu, Suharjito mengucap terima kasih kepada JPU KPK karena sudah mengabulkan permohonan sebagai justice collaborator (JC).

Suharjito berjanji akan bersikap konsisten dalam memberikan kesaksian.

Baca juga: Profil Pedangdut Betty Elista, Dipanggil KPK Karena Diduga Terima Aliran Uang dari Edhy Prabowo

KPK menetapkan Suharjito sebagai tersangka setelah ia menyuap eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan lima orang lainnya sebesar Rp2,1 miliar.

Pemberian suap itu bertujuan agar Edhy Prabowo mempercepat persetujuan perizinan ekspor benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun anggaran 2020.

Jaksa pun menuntut Suharjito dengan hukuman pidana kurungan selama 3 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Suharjito dituntut melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul Penyuap Edhy Prabowo Harap Hakim Vonis Ringan: Saya Korban

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved