Breaking News:

Ramadhan 2021

Cerita Awal Mula Kampung Muslim di Bali: Tanah Angker Pegayaman, Sosok Dalem Solo dan Panji Sakti

Ada juga versi lain menyebutkan di antara yang mengantarkan gajah itu masih beragama Hindu. Itulah awal Islam masuk Buleleng

Penulis: Kambali | Editor: Kambali
Dok. Tribun Bali
Sejumlah bocah memainkan badrah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Selasa 13 Desember 2017. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Simak cerita awal mula kampung muslim di sejumlah wilayah kabupaten/kota Bali di artikel ini.

Perkampungan pendatang di Bali pada abad XVII pada umumnya terletak di pesisir di seputaran pulau Bali.

Ada dari Sulawesi maupun dari Jawa, Kalimantan serta dari pulau Lombok terutama perantau dari Suku Bugis Makassar.

Komunitas muslim asal Sulawesi Selatan suku Bugis Makassar di Bali mendarat di beberapa pesisir pantai.

Mereka mendirikan perkampungan di wilayah pantai atas izin penguasa setempat.

Misalnya bisa dilihat saat ini Perkampungan Muslim Suku Bugis-Makassar berasal dari Wajo Sulawesi Selatan (Sulsel) di Pantai Air Kuning Jembrana.

Perkampungan Muslim suku Bugis-Makassar asal Wajo dan Bone Sulsel di Kampung Bugis Buleleng.

Perkampungan Muslim Suku Bugis-Makassar dari Wajo, Bone dan Soppeng Sulsel di Kampung Muslim Serangan Denpasar.

Baca juga: Penjelasan dr. Syuma Terkait Perubahan Pola Makan dan Tidur Saat Puasa Ramadhan

Kampung Muslim Suku Bugis Makassar dan Banjar di Kampung muslim Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung dan Kampung Toya Pakeh di Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Dan terakhir perkampungan Bugis-Makassar di Kampung Buitan, Kecamatan Manggis Karangasem.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved