Breaking News:

Rahajeng Umanis Galungan, Tak Hanya Pergi ke Tempat Wisata, Ini yang Seharusnya Dilakukan Hari Ini

Rahajeng Umanis Galungan, Tak Hanya Pergi ke Tempat Wisata, Ini yang Seharusnya Dilakukan Hari Ini

Penulis: Putu Supartika
Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi sembagyang - Apa makna umanis Galungan? 

Sehingga dalam hal ini ada konsep Tri Semaya yakni kemarin, sekarang dan besok.

Kemarin saat Galungan merayakan hari kemenangan dharma melawan adharma, dimana secara harfiah galungan berasal dari kata galung yang artinya menang, ngegalung yakni merayakan kemenangan, dan galungan berarti kemenangan.

“Kemarin kita menang dari adharma, dimana adharma itu adalah awidya. Secara ritual dirayakan dengan nanceb penjor sebagai wujud rasa syukur atas kemakmuran, saat penampahan juga kita membunuh segala sifat awidya dan menghindarkan diri dari Sang Tiga Bhuta.

Lalu saat Galungan diawali dengan persembahyangan di rumah yakni di sanggah panegtegan, pakamulan, baru di sanggah i bapa atau yang dibuat orang tua, lalu ke pemaksan, dadia, panti dan dilanjutkan ke pura di desa pakraman,” katanya.

Sehingga setelah perayaan Galungan, kini dirayakan Umanis Galungan.

“Karena sekarang kan maknanya banyak yang bergeser, bahwa Umanis Galungan itu melali ke objek wisata, itu kan baru sekala, sehingga harus ada juga niskalanya dengan melakukan persembahyangan ke Pura Kawitan,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved