Berita Bangli

Satu-satunya yang Gelar Rapat Pleno di Bawah Tenda, KPU Bangli Harapkan Ruang Rapat Representatif

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli telah mengembalikan sisa dana hibah penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020.

Tribun Bali/Fredey Mercury
Sejumlah kegiatan mulai dari rapat pleno hingga pendaftaran calon kepala dan wakil kepala daerah di tenda di gedung KPU Bangli beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli telah mengembalikan sisa dana hibah penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020.

Berdasarkan data, total dana hibah yang dikembalikan sebesar Rp. 3,9 miliar.

Ketua KPU Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan saat dikonfirmasi Rabu 14 April 2021 menjelaskan, pihaknya berupaya agar pelaksanaan Pilkada di Bangli dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Sehingga tidak menghabiskan anggaran yang besar.

"Salah satunya adalah perjalanan dinas. Jadi kami melakukan perjalanan dinas seefisien mungkin," ujarnya.

Ketua KPU Bangli Positif Terpapar Covid-19, Pelaksanaan Penetapan Calon Terpilih Akan Dipimpin Plh

KPU Bangli Bakar 1.266 Lembar Surat Suara

KPU Bangli Menggelar Pengundian Nomor Urut, Hanya Dihadiri Pasangan Calon dan Penghubung

Efisiensi tersebut dilakukan karena pihaknya berharap, kedepan anggaran dana hibah yang telah dikembalikan, bisa dimohonkan untuk perbaikan gedung KPU yang merupakan aset pemerintah daerah. 

Pujawan mengatakan, gedung KPU yang sejatinya merupakan rumah jabatan wakil Ketua DPRD Bangli itu, kurang representatif untuk pelaksanaan sejumlah kegiatan.

Seperti rapat pleno yang memanfaatkan lahan kosong diantara dua gedung, yang disambung asbes dan ditutup tenda.

"Jadi setiap pemilu ke pemilu, satu-satu KPU yang melaksanakan rapat pleno dibawah tenda adalah di Bangli," ujarnya.

Pujawan menambahkan, harapan perbaikan gedung adalah agar KPU Bangli memiliki tempat representatif.

Baik untuk rapat-rapat, dan juga terutama rapat pleno yang melibatkan tokoh-tokoh partai politik hingga pasangan calon.

Karena di tahun 2024, lanjutnya, terjadi pelaksanaan tahapan yang hampir bersamaan.

Yakni pemilu serentak dan juga pilkada serentak, Baik gubernur maupun kepala daerah.

"Tentunya dengan keterbatasan yang dimiliki pemerintah kabupaten bangli, maka kamipun berupaya menghemat anggaran. Yang tujuannya adalah agar gedung ini diperbaiki dengan baik. Karena jangan sampai tahapan pemilu dan pilkada yang akan dilakukan serentak, dapat terhambat karena fasilitas yang tidak sesuai," ucapnya.

Selain tidak tersedianya ruang rapat, Pujawan mengatakan pihaknya juga kekurangan ruang staf. Pun bangunan tersebut juga telah dimakan usia.

Dalam hal ini, Pujawan mengatakan pihaknya telah menyampaikan usulan tersebut pada saat penyampaian realisasi laporan keuangan pada Bupati dan Sekda Bangli.

Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, KPU Bangli Tak Lakukan Seremoni

Jalani Rapid Test, 38 Anggota KPU Bangli Non Reaktif

"Kita juga sudah menyertakan surat permohonan (perbaikan) pada bupati. Pada saat itu beliau (bupati) berkeinginan mengirim desainer untuk pembangunan baru. Tapi kita juga tidak tau bagaimana pastinya. Kita masih menunggu. Kita harapkan kalau memang mau dibangun fasilitas yang memadahi untuk pelaksnaan pemilu dan pilkada serentak, agar dilakukam dengan segera. Karena mulai tahun 2022 tahapan pileg dan pilpres sudah mulai berjalan," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved