Breaking News:

Berita Denpasar

Masih Ada Warga di Denpasar Bali Tak Patuh Prokes, Satpol PP: Sudah Lebih 3.000 Orang Terjaring

Masih saja dijumpai warga tak patuh protokol kesehatan (prokes) dengan tidak memakai masker saat keluar rumah

Istimewa
Masyarakat terjaring dalam giat operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 di Jalan Sutoyo, Dauh Puri Denpasar Barat, Denpasar, Bali, Jumat 16 April 2021 - Masih Ada Warga di Denpasar Bali Tak Patuh Prokes, Satpol PP: Sudah Lebih 3.000 Orang Terjaring 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama kurun beberapa waktu terakhir Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar berperan melakukan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 bagi warga Denpasar, Bali.

Dari beberapa bulan yang lalu hingga Jumat 16 April 2021 masih saja dijumpai warga tak patuh protokol kesehatan (prokes) dengan tidak memakai masker saat keluar rumah terjaring operasi yustisi Covid-19.

"Sugeng rahayu tetap semangat, masih ditemui warga tidak patuh prokes di Denpasar, dalam giat yustisi skala mikro pagi ini, Jumat 16 April 2021 di Jalan Sutoyo Dauh Puri Denpasar Barat, terjaring 6 orang pelanggaran masker," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga kepada Tribun Bali.

Dewa merinci, dari 6 orang yang terjaring operasi yustisi prokes Covid-19, 4 orang dikenakan sanksi denda Rp 100 ribu karena sama sekali tidak memakai dan membawa masker, sedangkan 2 orang lainnya hanya diberikan pembinaan karena mengenakan masker kurang sempurna.

Baca juga: 4 Kabupaten di Bali Masih Berstatus Zona Merah, Masyarakat Diajak Perketat Prokes

Baca juga: Sidak Prokes di Pasar Galiran, Satpol PP Klungkung Temukan Masyarakat Kenakan Masker Tak Layak Pakai

Baca juga: MDA Jembrana Imbau Umat Hindu Tetap Terapkan Prokes Saat Rayakan Galungan

"Yang didenda menurun jumlahnya, hanya terdapat 4 orang dan dibina atau diberi peringatan baik secara fisik maupun administratif ada 2 orang," ujarnya.

Dalam kurun waktu 4 bulan terakhir sejak 1 Januari 2021 hingga 16 April 2021, Petugas Yustisi sudah menjaring lebih dari 1.500 orang pelanggar protokol kesehatan jika digabung dengan angka tahun 2020 ada sebanyak lebih dari 3.000 orang terjaring, baik dikenakan sanksi administratif denda maupun pembinaan.

"Total jumlah pelanggar 3.457, yang didenda 1.275 orang dan dibina 2.111 orang," paparnya.

Dalam operasi yang digelar selama kurang lebih 2 jam ini, diikuti petugas gabungan terdiri dari unsur TNI, Polisi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga Linmas.

Giat operasi yustisi dilakukan secara mobile dan stasioner, petugas melakukan giat pemantauan dan pengawasan di sejumlah lokasi kawasan tersebut untuk menjaring dan membina warga yang masih melanggar protokol kesehatan.

"Kami ingatkan tujuan utamanya adalah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bukan semata-mata menghukum, kita harus bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19," katanya.

Adapun giat penegakan hukum protokol dalam pelaksanaannya berdasarkan Pergub 46/2020 dan Perwali 48/2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru.

Operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 Kota Denpasar dinilai efektif dalam menekan angka penyebaran kasus Covid-19.(*).

Kumpulan Artikel Denpasar

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved