Breaking News:

Kesehatan

Apakah Saat Jalani Puasa Tetap Dianjurkan Berolahraga? Begini Penjelasan Dokter Gizi Klinik

umumnya olah raga dengan intensitas sedang dengan durasi singkat, sekitar 45 hingga 60 menit menimbulkan efek anti-inflamasi dan antioksidan

Freepik.com by ArthurHidden
Ilustrasi olahraga - Apakah Saat Jalani Puasa Tetap Bisa Berolahraga? Begini Penjelasan Dokter Gizi Klinik 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Olahraga merupakan kegiatan menyehatkan yang sering dilakukan oleh sebagian orang.

Berdasarkan literatur di bidang imunologi olahraga, umumnya olah raga dengan intensitas sedang dengan durasi singkat, sekitar 45 hingga 60 menit menimbulkan efek anti-inflamasi dan antioksidan.

Dr Syuma Adhy Awan MKes SpGK selaku Dokter Spesialis Gizi Klinik KSM RSUP Sanglah Denpasar memberikan penjelasan apakah diperbolehkan ketika seseorang sedang berpuasa tetap melakukan olahraga?.

Menurutnya, olahraga meningkatkan efek anti-inflamasi dan antioksidan yang berperan terhadap fungsi kekebalan melalui peningkatan aktivitas fungsional makrofag jaringan melawan patogen, resirkulasi neutrofil, sitokin antiinflamasi, sel B imatur, sel T sitotoksik, sel pembunuh alami, dan imunoglobulin seperti sebagai imunoglobulin A.

Baca juga: Air Kelapa untuk Kesehatan, Kurangi Risiko Asam Lambung Hingga Cegah Gangguan Jantung dan Ginjal

"Secara khusus, latihan olahraga menambah efek imunoenhancing untuk memperkuat sistem imun.

Misalnya, sesi singkat latihan intensitas sedang menyebabkan perubahan yang signifikan peningkatan pola fungsi sistem imun seluler terkait peredaran sitokin darah," ungkapnya pada, Sabtu 17 April 2021.

Lebih lanjutnya ia mengatakan, namun olahraga dalam periode waktu yang lama lebih dari 2 jam harus dihindari karena justru menyebabkan imunodepresi melalui induksi stres oksidatif, kaskade sitokin inflamasi, dan kerusakan otot atau kelelahan.

Hal ini dapat menyebabkan peradangan akut dan meningkatkan kerentanan infeksi, misalnya, penyakit saluran pernapasan bagian atas (upper respiratory tract illness) yang tentunya tidak menguntungkan di suasana pandemi covid 19.

Sebuah penelitian yang dilakukan untuk melihat pengaruh puasa selama 30 hari berturut-turut tanpa olahraga ternyata menurunkan kekuatan dan kebugaran.

Halaman
123
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved