Breaking News:

Berita Bali

BMKG Prediksikan Puncak Musim Kemarau di Bali Terjadi Pada Bulan Agustus 2021

ebanyak 22.8 persen diprediksi akan mengawali Musim Kemarau pada April 2021, yaitu di beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa. 

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
Tribunnews
Ilustrasi musim kemarau 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperediksikan Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 22.8 persen diprediksi akan mengawali Musim Kemarau pada April 2021, yaitu di beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa. 

Kemudian 30.4 persen wilayah akan memasuki Musim Kemarau pada Mei 2021, meliputi sebagian Nusa Tenggara, sebagian Bali, Jawa, Sumatera, sebagian Sulawesi, dan sebagian Papua.

Sementara itu, sebanyak 27.5 persen wilayah akan memasuki Musim Kemarau pada Juni 2021, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku, dan Papua. 

Hal ini disampaikan Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, Agus Wahyu Raharjo, Jumat 16 April 2021 dalam press conference secara daring prakiraan awal musim kemarau di Provinsi Bali tahun 2021.

Waspada, Wilayah Bali Mulai Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Diprediksi Agustus 2021

Termasuk Bali, Tiga Wilayah Ini Diprediksi Memasuki Musim Kemarau pada April 2021

Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Awal Musim Kemarau pada periode 1981-2010, maka Awal Musim Kemarau 2021 di Indonesia diprakirakan mundur pada 197 ZOM (57,6 persen), sama pada 97 ZOM (28,4 persen), dan maju pada 48 ZOM (14,0 persen). 

Selanjutnya, apabila dibandingkan terhadap rerata klimatologis Akumulasi Curah Hujan Musim Kemarau (periode 1981-2010), maka secara umum kondisi Musim Kemarau 2021 diprakirakan normal atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 182 ZOM (53,2 persen). 

Lebih lanjut, Agus Raharjo menyampaikan sejumlah 119 ZOM atau sebanyak 34,8 persen, akan mengalami kondisi kemarau atas normal atau musim kemarau lebih basah, yaitu kondisi curah hujan Musim Kemarau Iebih tinggi dari rerata klimatologisnya dan 41 ZOM atau 12,0 persen akan mengalami bawah normal atau musim kemarau lebih kering, yaitu kondisi curah hujan yang Iebih rendah dari reratanya. 

"Awal Musim Kemarau (AMK) di wilayah Bali diprakiraan masuk bulan Maret (sebanyak 13 persen), April (sebanyak 40 persen) dan Mei (sebanyak 47 persen)," imbuhnya.

Daerah yang diprediksi paling awal memasuki AMK pada bulan Maret Das II yaitu Nusa Penida dilanjutkan Gianyar-Klungkung-Karangasem bagian selatan pada Maret Das III.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved