Berita Bali

Film Pulau Plastik, Aksi untuk Menjadi Bagian dari Solusi Penanganan Masalah Sampah Plastik

Film dokumenter Pulau Plastik akan segera tayang di bioskop yang ada di Bali.

Tribun Bali/Putu Supartika
Konferensi pers film Pulau Plastik di Kebon Vintage, Denpasar, Bali, Minggu 18 April 2021 - Film Pulau Plastik, Aksi untuk Menjadi Bagian dari Solusi Penanganan Masalah Sampah Plastik 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Film dokumenter Pulau Plastik akan segera tayang di bioskop yang ada di Bali.

Penayangan ini akan dilaksanakan serentak mulai tanggal 22 hingga 25 April 2021 mendatang.

Film garapan Visinema bekerjasama dengan Akar Rumput dan Kopernik ini mengangkat tentang isu sampah plastik yang penggarapannya dimulai dari Bali.

Di mana film ini dimulai dengan 4 series Pulau Plastik yang kemudian digarap menjadi film dokumenter dengan durasi yang lebih panjang dan kompleks.

Baca juga: Seniman Bali Berperan dalam Film Kapandung, Agung Ocha Dianti Terus-terusan Menangis

Baca juga: Film Terbaru Ji Jin Hee “Undercover” Rilis Poster Menggoda, Tayang 23 April, Ini Cuilan Sinopsisnya

Baca juga: Promo Superindo Hari Ini Rabu 24 Maret 2021, Minyak Goreng Filma 2l Rp22.500, Snack, Buah Diskon 35%

Salah seorang pemeran protagonis dalam film ini, Gede Robi Supriyanto yang juga vocalis Navicula mengaku mendapat banyak pelajaran berharga dari pembuatan film ini.

Sebelum ikut dalam film ini, ia melihat bahwa isu sampah plastik adalah masalah yang simpel.

Ternyata, semakin dalam menyelam dan bergaul dengan komunitas yang peduli sampah plastik Robi melihat bahwa masalah sampah plastik adalah masalah yang kompleks.

“Dulu dianggap plastik itu ekonomis. Tapi setelah perhitungan ini itu, biayanya jauh lebih besar dan tidak ekonomis sama sekali. Bahkan saya tahu plastik yang didaur ulang itu hanya 9 sampai 12 persen saja,” kata Robi saat pelaksanaan jumpa pers di Kebon Vintage, Denpasar, Bali, Minggu 18 April 2021 siang.

Ia pun menyebut, isu sampah platik telah lama disuarakan, akan tetapi regulasinya di Bali baru keluar tahun 2018 lewat Perwali dan 2019 lewat Pegub.

Sementara itu, selama ini di sekolah-sekolah nyaris tak ada pembelajaran tentang pemilahan sampah.

“Lewat film ini ada banyak hal yang bisa dipetik, dan semoga ada jembatan antara peneliti, korporasi dan juga pemerintah dalam penanganan masalah sampah plastik ini,” katanya.

Chyntia Kartika Sari, selaku Marketing dan Promotions, Conten dan Entertainment Business Visinema Pictures mengatakan film Pulau Plastik bukan sekadar dokumenter.

Namun film ini merupakan aksi untuk menjadi bagian dari solusi penanganan masalah sampah plastik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved