Breaking News:

Sponsored Content

Wabup Suiasa Hadiri Rangkaian Karya Ngenteg Linggih di Pura Luhur Pelet Pupuan Mengwitani

Wabup Suiasa dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Badung mengapresiasi pengempon Pura Luhur Pelet Pupuan Desa Adat Mengwitani

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Wabup Suiasa saat menghadiri rangkaian Karya Ngenteg Linggih di Pura Luhur Pelet Pupuan Desa Mengwitani, Minggu (18/4/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa menghadiri rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan lan Pedudusan Alit Caru Manca Kelud Madurga di Pura Luhur Pelet Pupuan Desa Mengwitani, Minggu 18 April 2021.

Upacara  yang dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Pemaron Munggu dan Ida Pedanda dari Griya Selat Abiansemal tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, perwakilan Dinas Kebudayaan, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana beserta unsur tripika, Perbekel dan Bendesa Adat Mengwitani.

Usai melaksanakan persembahyangan bersama, Wabup Suiasa dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Badung mengapresiasi pengempon Pura Luhur Pelet Pupuan Desa Adat Mengwitani yang telah melaksanakan upakara dan upacara dengan baik dan lancar.

Diharapkan upacara yang dilaksanakan ini dapat memberikan aura serta sinar positif dari Ida Sesuhunan Betara Betari yang melinggih di Pura Luhur Pelet Pupuan kepada pengempon pura dalam menjalankan dharma.

Baca juga: Pengolahan Sampah Jadi Pupuk di Desa Adat Bindu Badung Bali, Dimanfaatkan Subak Setempat

“Ini juga merupakan pelestarian seni adat dan budaya yang bernapaskan Agama Hindu untuk keajegan Bali,” ujarnya.

Disamping itu Wabup Suiasa menyampaikan di tengah pandemi Covid-19 ini dimana upakara dan upacara sudah dapat dilaksanakan dengan baik dan dan lancar agar krama pengempon pura tidak melupakan protokol kesehatan.

 Karena saat ini Badung menuju zona hijau sehingga upakara dan upacara adat yang dilaksanakan bisa  berjalan dengan lancar dan damai seperti yang diharapkan bersama.

“Menghaturkan yadnya harus tetap bahagia dan tulus dalam melakukan swadarma.

Upakara yang besar ini menjadi stiti bhakti kita kehadapan Hyang Parama Kawi sane melinggih di Pura Luhur Pelet Pupuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Manggala Karya I Nyoman Keramas melaporkan Pura Luhur Pelet Pupuan diempon oleh 350 KK dari 2 Banjar Dinas dan 4 Banjar Adat.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved