Breaking News:

Berita Denpasar

Susila Jalani Pelimpahan Tahap II, Bobol Rekening Nasabah Hampir Rp 1,5 Miliar

I Gede Adnya Susila (25) telah menjalani pelimpahan tahap II dari penyidik krimsus Polda Bali ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tribun Bali/Putu Candra
Tersangka I Gede Adnya Susila telah menjalani pelimpahan tahap II secara daring di Kejari Denpasar. Ia diduga membobol dana nasabah bank hampir Rp 1,5 miliar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Gede Adnya Susila (25) telah menjalani pelimpahan tahap II dari penyidik krimsus Polda Bali ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pemuda kelahiran Singaraja, 26 Juli 1996 ini dilimpahkan sebagai tersangka, karena telah membobol dana seorang nasabah bank di tempatnya bekerja hampir Rp1,5 miliar.

Uang tersebut digunakan tersangka untuk memenuhi kebutuhan pribadinya serta habis untuk judi online. 

"Tersangka atas nama I Gede Adnya Susila sudah dilimpahkan dan sudah kami terima. Yang bersangkutan ini adalah karyawan bank dan membobol dana nasabah hampir Rp1,5 miliar."

Baca juga: 2 Minggu Bekerja Tempel Sabu di 70 Lokasi di Denpasar dan Badung, Darmadi Terancam 20 Tahun Penjara

Baca juga: Bule Swedia Diduga Aniaya PSK di Sanur Denpasar Bali, Begini Penjelasan Polisi

"Uang dipakai untuk judi online dan kepentingan pribadi lainnya," terang Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Denpasar, I Wayan Eka Widanta saat dikonfirmasi, Senin, 19 April 2021.

Setelah dilakukan pelimpahan dikatakannya, tersangka akan menjalani penahanan oleh jaksa selama 20 hari ke depan.

"Penahanan terhadap tersangka dilakukan selama 20 hari ke depan. Setelah dakwaan lengkap, segera akan kami lakukan pelimpahan ke pengadilan untuk selanjutkan dilakukan persidangan," jelas Eka Widanta

Lebih lanjut pihaknya memaparkan, dalam perbuatannya tersangka diduga dengan sengaja atau tanpa hak mengakses sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun dan/atau dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum memindahkan, mentransfer informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik ke sistem elektronik orang lain yang tidak berhak. Dan/atau tindak pidana pencucian uang. 

Baca juga: 1.086 Pedagang di Pasar Kreneng Denpasar Divaksin Covid-19

Baca juga: Siap-siap, Polda Bali Mulai Pasang Perangkat Tilang Elektronik ETLE di Denpasar

"Tersangka dinilai melanggar Pasal 30 ayat (1) jo Pasal 46 ayat (1), dan/atau Pasal 32 ayat (2) jo Pasal 48 ayat (2) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)."

"Dan/atau Pasal 3 UU No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang," urai Eka Widanta. 

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved