Breaking News:

Berita Buleleng

Tersinggung Karena Kata Kasar Lalu Dorong Tubuh Korban Hingga Tewas, Yoni: Niatnya Beri Pelajaran

Tersinggung Karena Kata Kasar Lalu Dorong Tubuh Korban Hingga Tewas, Yoni: Niatnya Beri Pelajaran

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Jajaran kepolisian di Polres Buleleng menunjukan tersangka Yoni Jatmiko, Senin (19/4/2021). - Tersinggung Karena Kata Kasar Lalu Dorong Tubuh Korban Hingga Tewas, Yoni: Niatnya Beri Pelajaran 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Yoni Jatmiko (29) hanya tertunduk malu saat polisi membeberkan tindakan pembunuhan yang ia lakukan pada akhir Februari lalu.

Ia mengaku sangat menyesal sekaligus tidak menyangka, jika tindakannya mendorong Ketut Mintaning dengan sekuat tenaga itu membuat korban tewas.

Ditemui di Mapolres Buleleng Senin (19/4/2021),  pria asal Desa Mlinjeng, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu menyebut, pada Sabtu (27/2/2021) siang ia membeli minuman kemasan teh di warung milik korban, seharga Rp 4.500.

Ia kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 50 ribu kepada korban.

Namun saat menyerahkan uang itu, tersangka Yoni justru dicaci maki oleh korban dengan kata-kata kasar.

“Dia mencaci saya dengan bahasa Bali. Katanya hanya belanja Rp 4.500, pakai uang yang besar. Terakhir dia menyebut kata cicing, sehingga saya sakit hati. Karena di daerah asal saya, kata cicing itu sangat kasar,” ungkapnya.

Usai dicaci dengan kata kasar itu, Yoni kemudian kembali bekerja di sebuah toko yang masih dalam proses pembangunan, tak jauh dari warung korban.

Namun saat bekerja itu, Yoni mengaku masih merasa sakit hati dengan kata-kata korban.

Hingga akhirnya pada Minggu (28/4) dinihari sekira pukul 02.00 wita, timbul niat buruk Yoni untuk memberikan pelajaran kepada korban.

Ia masuk ke rumah korban dengan cara memanjat pagar, kemudian menggedor-gedor pintu kamar korban.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved